BTN Bidik Pembiayaan Tenant Kuliner di Mal, Sasar Kredit Produktif hingga Konsumtif



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) membidik besarnya potensi pembiayaan terhadap penyewa atau tenant di pusat perbelanjaan, terutama yang bergerak di sektor makanan dan minuman (food and beverage/F&B).

Direktur Network & Retail Funding BTN, Rully Setiawan mengatakan, kebutuhan pembiayaan dari restoran dan kafe di pusat belanja yang bisnisnya sudah matang sebenarnya relatif terbatas.

Meskipun, menurut dia pengelola mal umumnya membutuhkan pembiayaan untuk keperluan ekspansi hingga refinancing.


Baca Juga: Kredit Produktif Jadi Penopang Utama Pertumbuhan Kredit Perbankan

"Kalau restoran-restoran yang di mal kan relatif sudah mature. Biasanya mereka ada kebutuhan pembiayaan pada saat mau ekspansi lagi, mau bikin mal baru atau mau bikin extension. Tapi rata-rata jarang, sudah tidak banyak yang seperti itu. Biasanya juga ada refinancing, cuma tidak banyak permintaannya," katanya kepada Kontan di Kota Kasablanka, Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Menurut Rully, BTN justru melirik peluang dari tenant-tenant makanan dan minuman di dalam pusat perbelanjaan yang permintaannya masih bertumbuh. 

Ia menilai pusat belanja yang memiliki tenant kuliner yang kuat akan mampu mendatangkan pengunjung, sehingga membuka peluang bagi tenant untuk memasarkan produknya.

"Kami berpikir untuk masuk ke dalam ekosistemnya sektor F&B ini, kami harus bekerja sama dengan kafe-kafe dan resto-resto tersebut," ujar Rully.

Baca Juga: BPD DIY Andalkan UMKM untuk Pacu Kredit Produktif

Ia menjelaskan, kerja sama tersebut terwujud melalui transaksi digital, akses atau kemudahan bertransaksi, hingga joint promotion.

Selain layanan transaksi, BTN juga melihat peluang untuk menyediakan akses keuangan bagi pelaku usaha dan karyawan tenant. Dukungan tersebut dapat mencakup pembiayaan produktif untuk kebutuhan bisnis serta kredit konsumtif bagi pegawai.

"Kemudian juga akses terhadap keuangan, baik itu keuangan perusahaannya maupun keuangan pegawainya. Kita juga bisa memberikan kredit konsumtif, kredit produktif. Itu yang ingin kami berikan," kata Rully.

Ia menambahkan, kehadiran tenant makanan dan minuman di mal menjadi salah satu indikator penting adanya peningkatan skala usaha, di mana pelaku usaha sudah mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

"Kalau mereka sudah bisa hadir di mal, artinya mereka sudah bisa naik level, sehingga mereka sudah bisa menaikkan omzetnya. Saya rasa itu sesuatu yang bagus dan bank akan mendukung itu," imbuh Rully.

Baca Juga: BTN Tak Bagi Dividen 2025 dan Pilih Akuisisi Kredit Jumbo

Untuk diketahui, BTN menjadi mitra bank utama untuk gelaran Wonderful Indonesia Gastronomy Culinary Festival 2026 sejak 7 Oktober hingga 1 November 2026.

Menurut Rully, kolaborasi ini sejalan dengan upaya BTN memperluas ekosistem transaksi ritel dan menghadirkan layanan perbankan yang semakin dekat dengan aktivitas keseharian masyarakat, termasuk di sektor kuliner dan pusat perbelanjaan.

Bagi BTN, kata dia, kolaborasi ini menjadi kesempatan untuk memperluas kehadiran layanan perbankan dalam transaksi sehari-hari, sekaligus mendukung pelaku usaha kuliner dan UMKM agar semakin berkembang.

Baca Juga: Kredit Produktif Jadi Andalan Bank di Tengah Lesunya Kredit Konsumsi

"Melalui balé by BTN, kami ingin memberikan kemudahan bertransaksi bagi masyarakat di berbagai pusat perbelanjaan yang menjadi lokasi penyelenggaraan festival,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News