KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) berhasil raih kinerja mincer dengan catatan pertumbuhan kinerja keuangan yang apik pada semester I-2026. Hingga Juni 2026, bank dengan kode saham
BBTN ini berhasil membukukan laba bersih secara konsolidasian only sebesar Rp 2,4 triliun. Realisasi tersebut melonjak 40,8% secara tahunan (
year-on-year/YoY). Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit bank juga berhasil tumbuh dua digit dalam periode ini, yakni 11,2% YoY menjadi Rp 418,11 triliun di periode Januari-Juni 2026. Total aset bank dalam periode ini pun tumbuh 12,4% YoY menjadi Rp 545,16 triliun.
Baca Juga: BTN Bidik Akuisisi Kredit Konsumer dari Bank Lain pada Tahun Depan Menariknya, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) bank sejatinya turun 8% YoY menjadi Rp 8,59 triliun. Memang, pendapatan bunga bank turun 11,8% yoy menjadi Rp 16,31 triliun sementara beban bunganya turun 15,7% YoY menjadi Rp 7,72 triliun di semester I-2026. Nampaknya, tren ini mencerminkan penurunan suku bunga sebagai bagian dari transmisi selama era suku bunga acuan rendah beberapa bulan lalu. Di sisi operasional, pendapatan non bunga bank sejatinya juga terkoreksi 3,3% YoY menjadi Rp 1,83 triliun di semester I-2026. Kendati begitu, bank terpantau mulai memangkas biaya pencadangannya sebesar 61,3% YoY menjadi Rp 1,41 triliun. Itulah salah satunya yang mendorong naik laba operasional bank hingga 42,2% YoY menjadi Rp 3,08 triliun di semester I-2026.
Kualitas kredit BTN pun berhasil diturunkan menjadi 3,1% dari posisi 3% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sejalan dengan itu, dana pihak ketiga (DPK) bank tumbuh 6,6% YoY menjadi Rp 433 triliun hingga Juni 2026. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News