BTN Dorong Bale Properti Jadi Ekosistem Digital Kepemilikan Rumah



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus memperkuat balé by BTN sebagai ekosistem digital untuk memudahkan masyarakat dalam proses kepemilikan rumah, mulai dari mencari hunian hingga mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR).

Penguatan layanan tersebut menjadi salah satu yang ditawarkan BTN dalam Hari Properti Nasional (Harpropnas) Fest 2026 yang berlangsung pada 8-13 September 2026 di Grand Atrium Kota Kasablanka, Jakarta.

SEVP Digital Business BTN, Thomas Wahyudi mengatakan, melalui bale by BTN, masyarakat tidak hanya mendapatkan akses untuk mencari properti, tetapi juga dapat mengetahui kemampuan pembiayaan sebelum memutuskan membeli rumah.


Salah satu fitur yang dikembangkan adalah Bale Properti. Fitur ini dirancang sebagai ekosistem layanan properti terintegrasi yang menghubungkan kebutuhan pencarian hunian dengan layanan pembiayaan BTN.

"Di sini konsumen, Gen Z, milenial bisa punya opsi yang sangat leluasa. Dari mencari rumah idaman sampai melihat kemampuan finansialnya," ujar Thomas dalam siaran pers, Rabu (9/9/2026).

Baca Juga: Bale by BTN Catat 51,5 Juta Transaksi Senilai Rp55,45 Triliun hingga Mei 2026

Melalui Bale Properti, calon nasabah dapat mencari hunian, melakukan simulasi pembiayaan, mengajukan KPR hingga memantau proses pengajuan sampai persetujuan. Kebutuhan terkait perlengkapan dan furnitur juga tersedia melalui mitra yang tergabung dalam ekosistem tersebut.

Thomas mengatakan, digitalisasi menjadi penting untuk menjangkau generasi muda yang semakin terbiasa melakukan berbagai aktivitas secara online.

Meski demikian, BTN tetap menyediakan layanan secara offline melalui jaringan kantor cabang dan service center. Dengan demikian, calon nasabah dapat memilih kanal sesuai kebutuhannya.

"Masyarakat dapat melakukan simulasi pembiayaan secara digital maupun berkonsultasi secara langsung dengan petugas BTN. Kalau Gen Z biasanya digital savvy, mereka bisa menggunakan layanan online. Tapi kalau ingin bertemu langsung, kami juga punya cabang dan service center," jelasnya.

Thomas menegaskan, pengembangan Bale Properti tidak semata-mata didorong oleh produk yang dimiliki BTN. Perseroan justru mencoba membangun layanan berdasarkan kebutuhan nasabah.

"Kami membangun bukan dari product centric, tetapi dari customer need. Kebutuhannya apa, dari situ kami membangun," katanya.

Baca Juga: BTN Gandeng Pinhome Hadirkan KPR Digital

Menurut dia, kebutuhan calon pembeli rumah saat ini semakin kompleks. Masyarakat tidak hanya membutuhkan informasi mengenai harga dan lokasi rumah, tetapi juga perlu mengetahui apakah hunian tersebut sesuai dengan kemampuan finansial mereka.

Karena itu, sebelum mengambil KPR, calon pembeli perlu memperhitungkan berbagai komponen seperti biaya hidup, transportasi dan kemampuan membayar cicilan.

Secara umum, kemampuan cicilan dapat berada di kisaran 30% dari penghasilan. Namun, Thomas menekankan bahwa besaran tersebut tetap perlu disesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing calon debitur.

Dengan pendekatan tersebut, Bale Properti diharapkan dapat menjadi bagian dari perjalanan konsumen sejak tahap awal pencarian rumah hingga masuk ke tahap pembiayaan.

Kolaborasi BTN dan Rumah123 dalam Harpropnas Fest 2026 juga menjadi bagian dari upaya memperluas pilihan properti bagi masyarakat. Dalam ajang tersebut, tersedia pilihan rumah baru, rumah second, KPR take over hingga rumah lelang.

Menurutku angle ini lebih kuat untuk Kontan karena tidak sekadar memberitakan Harpropnas Fest, tetapi menjadikan Bale Properti sebagai produk/strategi digital BTN, sementara event-nya menjadi konteks pendukung.

Baca Juga: BTN dan BSN Kuasai 72% Pangsa Pasar KPR Subsidi hingga Maret 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News