KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memperluas ekspansi bisnis dengan menyasar ekosistem koperasi pasar. Langkah ini ditempuh melalui kemitraan strategis dengan Induk Koperasi Pedagang Pasar. Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu mengatakan, kolaborasi ini bertujuan mendorong digitalisasi koperasi dan pedagang pasar, sekaligus memperluas inklusi keuangan di sektor pasar tradisional.
Baca Juga: OJK Proyeksikan Aset Penjaminan Tumbuh 14%–16% pada 2026, Ini Kata Asosiasi “Kerja sama ini menjadi langkah strategis perseroan dalam memperluas akses keuangan berbasis ekosistem. Pasar tradisional merupakan tulang punggung ekonomi kerakyatan,” ujar Nixon dalam siaran pers, Kamis (16/4/2026). Melalui kerja sama ini, BTN menyiapkan sejumlah program, mulai dari penyediaan layanan perbankan digital, digitalisasi retribusi pasar, hingga penyaluran pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pedagang anggota koperasi. Perseroan juga membuka peluang pembiayaan lain, termasuk kredit produktif untuk mendukung pengembangan usaha pedagang. Inisiatif tersebut diharapkan dapat meningkatkan akses permodalan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi UMKM berbasis pasar tradisional. “Melalui kolaborasi dengan INKOPPAS, BTN tidak hanya menghadirkan layanan transaksi digital, tetapi juga membuka akses pembiayaan agar kapasitas usaha pedagang meningkat secara berkelanjutan,” tambah Nixon.
Baca Juga: Pembiayaan Mobil Baru CNAF Tumbuh 26% pada Kuartal I 2026 Ketua Umum INKOPPAS Yudianto Tri menilai, digitalisasi dan akses pembiayaan kini menjadi kebutuhan utama pedagang pasar di tengah transformasi ekonomi digital. “Melalui kemitraan ini, kami berharap anggota koperasi dan pedagang pasar mendapatkan akses layanan keuangan yang lebih luas, mulai dari pembayaran digital, pengelolaan transaksi, hingga pembiayaan usaha,” ujarnya. Kerja sama ini juga mencakup digitalisasi pengelolaan pasar, termasuk retribusi dan integrasi sistem pembayaran. Langkah ini diharapkan membuat transaksi lebih transparan, efisien, serta terdokumentasi dengan baik. Rekam jejak transaksi digital tersebut dinilai penting karena dapat menjadi dasar bagi lembaga keuangan dalam menyalurkan pembiayaan secara lebih terukur kepada pedagang. Sebagai bagian dari implementasi, BTN akan menghadirkan QRIS Bale Merchant dan mesin EDC untuk mempermudah transaksi. Selain itu, perseroan juga akan membuka Bale Agen di koperasi maupun pengelola pasar guna memperluas jangkauan layanan perbankan.
Baca Juga: Pembiayaan Multiguna iB Hijrah Bank Muamalat Tumbuh 37,1% pada Tahun 2025 BTN turut menyiapkan layanan aplikasi komunitas (
community apps) bagi anggota koperasi dan pedagang pasar yang diharapkan dapat menunjang aktivitas usaha sekaligus memperkuat ekosistem keuangan berbasis komunitas. Ke depan, BTN dan INKOPPAS akan terus mengeksplorasi berbagai peluang kerja sama, mulai dari digitalisasi koperasi hingga penyediaan layanan keuangan yang lebih komprehensif. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat transformasi pasar tradisional sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi jutaan pedagang di Indonesia. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News