BTN gandeng Kemenpar bangun 100.000 "homestay"



JAKRTA. Guna mendukung pengembangan pariwisata Indonesia, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) memberikan dukungan pembiayaan untuk pembangunan 100.000 homestay di destinasi pariwisata terpilih Indonesia.

Pembiayaan pembangunan tersebut diresmikan dengan perjanjian kerja sama atau memorandum of understanding (MOU) yang dilakukan Bank BTN bersama Menteri Pariwisata dan Menteri Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat.

Direktur Utama BTN Maryono mengatakan, selain unit homestay, BTN akan mendukung pembiayaan bagi pembangunan 50.000 sarana toilet publik yang terdapat di 10 destinasi antara lain Manadalika, Labuan Bajo, Pulau Morotasi, Tanjung Kalayang, Danau Toba, Wakatobi, Gunung Bromo, Candi Borobudur, Pantai Tanjung Lesung dan Kepulauan Seribu.


Langkah BTN tersebut sekaligus merupakan upaya korporasi dalam rangka pemenuhan program sejuta rumah tahun 2016.

Menurut Maryono, fasilitas pariwisata yang mumpuni menjadi sumber masuk wisatawan ke Indonesia. Ini juga akan menjadi sumber devisa yang sangat tinggi untuk negara. "Banyak hal yang dapat dikembangkan untuk bagaimana kami ikut berperan di dalam pengembangan pariwisata itu," ujarnya dalam rilis yang di terima KONTAN.

Maryono menambahkan, permintaan masyarakat akan rumah terus meningkat walaupun sejumlah analis memprediksi pembiayaan pada sektor perumahan turun karena permintaan turun.

"Terutama untuk pembiayaan perumahan kelas menengah bawah yang menjadi core business Bank BTN," katanya.

Seperti diketahui, pertumbuhan Kredit dan pembiayaan yang disalurkan emiten berkode saham BBTN itu naik 18,9%. Pertumbuhan ini diatas rata-rata industri yang hanya tumbuh sekitar 8,1%. Ini menandakan permintaan rumah masih cukup tinggi khususnya untuk pasar perumahan yang kami garap selama ini.

Sebagai info saja, Pertumbuhan kredit perseroan yang cukup tinggi, akhirnya mengerek asset Bank BTN naik tinggi 19,5%. Ini juga berada diatas rata-rata industri yang rata-rata hanya tumbuh 7,6%. 

Adapun, aset Bank BTN saat ini sebesar Rp.178 Triliun berada pada posisi 6 bank terbesar di Indonesia menggeser posisi Bank Permata yang sekarang turun di posisi 7.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dikky Setiawan