BTN Garap Proyek CBD Baru di Jakarta, Salurkan Kredit Usaha dan Konsumsi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) mulai menggarap proyek pengembangan kawasan central business district (CBD) baru di Jakarta bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI). Dalam proyek tersebut, BTN bakal menyalurkan pembiayaan usaha maupun kredit konsumsi untuk pengembangan hunian vertikal berbasis transit oriented development (TOD).

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, proyek TOD di kawasan Manggarai menjadi bagian dari pengembangan kota masa depan yang mengintegrasikan hunian, transportasi, dan pusat aktivitas ekonomi.

“Pembangunan kota masa depan tidak lagi bisa memisahkan antara hunian, transportasi, dan pusat aktivitas ekonomi,” ujar Nixon dalam penandatanganan MoU di Jakarta, Jumat (22/5/2026).


Dalam proyek tersebut, BTN mengambil peran sebagai penyedia pembiayaan, baik kredit usaha untuk pembangunan proyek maupun kredit konsumsi berupa kredit pemilikan rumah (KPR) bagi masyarakat.

Baca Juga: Dukung Program 3 Juta Rumah, KAI Bakal Bangun 5.484 Rusun di Empat Kota

Adapun pada tahap awal, proyek akan dibangun di atas lahan sekitar 2,2 hektar di kawasan Manggarai dengan pembangunan tiga tower pertama. Selanjutnya, proyek diperluas pada lahan sekitar 1,6 hektar untuk pembangunan delapan tower hunian vertikal.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin mengatakan, kawasan Manggarai yang memiliki luas sekitar 62 hektar bakal dikembangkan menjadi CBD baru di Jakarta.

“Kawasan Manggarai ini kita mempunyai 62 hektare yang akan kita desain itu akan menjadi CBD keduanya Jakarta, setara SCBD,” ujar Bobby.

Kawasan tersebut nantinya akan mencakup hunian, area komersial, pusat bisnis, fasilitas olahraga, hingga area leisure yang terintegrasi dengan berbagai moda transportasi publik.

BTN menyiapkan fasilitas KPR Rumah Susun FLPP dengan bunga tetap 6% per tahun dan tenor hingga 30 tahun. Skema tersebut menawarkan uang muka mulai 1% dengan estimasi angsuran sekitar Rp 2,9 juta per bulan untuk unit seharga Rp 500 juta.

Baca Juga: BTN Belum Naikkan Bunga KPR Meski BI Rate Naik 50 Bps, Ini Alasannya Kata Bos BTN

Hunian yang dikembangkan terdiri atas tipe dua kamar tidur dengan luas sekitar 45 meter persegi hingga 54 meter persegi. Harga unit dipatok mulai sekitar Rp 500 juta untuk segmen masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), sementara unit non-subsidi dipasarkan mulai kisaran Rp 700 juta hingga Rp 1 miliar.

Program tersebut menyasar masyarakat berpenghasilan maksimal Rp 12 juta per bulan untuk lajang dan Rp 14 juta per bulan bagi yang sudah menikah.

Selain KPR bagi konsumen akhir, BTN juga menyiapkan dukungan pembiayaan melalui Kredit Program Perumahan (KPP) untuk mendukung ekosistem usaha di kawasan hunian, termasuk bagi pelaku UMKM.

Nixon menyebut, proyek TOD Manggarai memiliki potensi besar karena berada di kawasan strategis yang terhubung langsung dengan KRL Commuter Line, kereta bandara, LRT, Transjakarta, hingga akses menuju MRT Jakarta dan kawasan bisnis Sudirman, Thamrin, serta Kuningan.

Menurut Nixon, proyek tersebut juga ditopang oleh tingginya mobilitas masyarakat di kawasan Manggarai dengan jumlah pengguna transportasi mencapai sekitar 300 ribu orang per hari.

Saat ini, BTN bersama KAI telah mengantongi sekitar 12.000 calon peminat awal untuk proyek TOD Manggarai yang akan diverifikasi secara bertahap.

Baca Juga: BTN Telah Salurkan Kredit Program Perumahan Rp 2,97 Triliun hingga Awal Mei 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: