BTN Jaga Kualitas Kredit, Targetkan LaR Terus Menurun di Bawah 17% hingga Akhir 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) berhasil menurunkan rasio Loan at Risk (LaR) menjadi 18,6% pada semester I-2026, membaikĀ  20,2% dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu.

Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo mengatakan, penurunan LaR mencerminkan semakin membaiknya kualitas aset perseroan seiring efektivitas transformasi manajemen risiko dan penguatan proses perkreditan.

Menurutnya, perbaikan tersebut ditopang oleh meningkatnya kualitas penyaluran kredit baru melalui sistem loan factory, percepatan penanganan kredit bermasalah, serta membaiknya kinerja debitur yang sebelumnya telah direstrukturisasi.


Baca Juga: Pelemahan Pasar Modal Tekan Hasil Investasi Asuransi Syariah

"Penurunan Loan at Risk pada semester I 2026 mencerminkan semakin membaiknya kualitas aset BTN seiring efektivitas transformasi manajemen risiko dan penguatan proses kredit," ujar Setiyo kepada Kontan.co.id, Jumat (24/7).

Ia menilai, tren perbaikan kualitas aset masih berpotensi berlanjut pada paruh kedua tahun ini. Meski demikian, perseroan tetap mewaspadai dinamika suku bunga dan kondisi ekonomi yang dapat memengaruhi kemampuan bayar debitur.

Untuk menjaga kualitas aset, BTN akan tetap menerapkan penyaluran kredit secara selektif dengan memperkuat proses underwriting berbasis risiko, mengoptimalkan early warning system, melakukan pemantauan portofolio secara intensif, serta mempercepat restrukturisasi dan pemulihan (recovery) kredit bermasalah.

"Kami optimistis tren perbaikan masih dapat berlanjut meskipun tetap mewaspadai dinamika suku bunga dan kondisi ekonomi," katanya.

Di tengah perbaikan tersebut, BTN masih mencermati sejumlah segmen yang dinilai lebih rentan terhadap perlambatan ekonomi dan tekanan daya beli masyarakat.

Segmen tersebut meliputi sebagian debitur komersial, proyek konstruksi tertentu, serta debitur kredit konsumsi yang terdampak penurunan pendapatan.

Meski demikian, Setiyo memastikan kualitas portofolio kredit BTN hingga saat ini masih berada dalam batas risk appetite yang telah ditetapkan perseroan.

BTN pun menargetkan rasio LaR terus membaik hingga berada di bawah 17% pada akhir 2026.

Untuk mencapai target tersebut, perseroan akan terus menjaga kualitas kredit baru melalui penerapan prinsip kehati-hatian, mempercepat penyelesaian kredit bermasalah, memperkuat fungsi collection dan recovery, serta mengoptimalkan transformasi proses kredit berbasis digital.

"Strategi tersebut dilakukan agar pertumbuhan bisnis tetap sehat dan berkelanjutan, dengan kualitas aset yang terus terjaga," tutup Setiyo.

Baca Juga: OJK Beri Izin Usaha kepada Perusahaan Gadai PT Mahir Gadai Adhikari

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News