KONTAN.CO.ID – JAKARTA.
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) mencatatkan penurunan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) pada semester I-2026, meski sudah melancarkan ekspansi kredit secara anorganik. Hingga Juni 2026, posisi NIM BTN ada di 3,5%, turun dari posisi 4,4% pada periode yang sama tahun lalu. Padahal, di saat yang sama total pembiayaan perseroan berhasil tumbuh 11,2% secara tahunan (year-on-year/yoy). Direktur Treasury & International Banking Venda Yuniarti mengatakan, pertumbuhan pembiayaan BTN ini pada dasarnya didukung oleh akuisisi portofolio kredit pensiunan SMBC Indonesia.
Baca Juga: BTN Menilai Insentif KLM Optimal, Likuiditas Makin Efisien Nah, namun, pendapatan bunga dari akuisisi ini memang belum masuk dalam perhitungan laporan perusahaan. Pasalnya, transaksi akuisisi ini baru dilakukan tepat di akhir Juni 2026 lalu. Maka dari itulah, pertumbuhan kredit yang masif belum tertransmisi ke pendapatan bank. “Perlu diperhatikan bahwa penurunan NIM BTN menjadi 3,5% pada bulan Juni 2026 lebih disebabkan oleh perhitungan pendapatan bunga dari akuisisi kredit pensiunan yang belum tercermin pada pendapatan bunga harian karena transaksi dilakukan pada 29 Juni,” jelas Venda dalam Public Expose Live 2026 di Jakarta, Kamis (10/9/2026). Lebih lanjut, kata Venda, jika transaksi diperhitungkan secara annual, sesungguhnya ada efek kenaikan NIM hingga kisaran 20 bps. Di luar itu, akuisisi portofolio kredit SMBC Indonesia turut mendorong pertumbuhan kredit konsumer non-housing BTN sehingga kini porsinya setara 20,4% dari total pembiayaan bank. Venda bilang ini sejalan dengan target BTN meningkatkan porsi kredit non-housing menjadi 30% pada 2030, seiring implementasi beyond mortgage yang diusung. Terkait itu, BTN juga bakal lebih selektif dalam menyalurkan kredit baru, utamanya untuk segmen kredit pemilikan rumah (KPR) nonsubsidi. Ini juga dilakukan seiring implementasi risk management yang lebih prudent dan perbaikan proses loan origination.
Baca Juga: Transaksi Digital BNI Tembus Rp 6.997 Triliun, Ditopang wondr dan BNIdirect Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News