BTN Mulai Waspadai Dampak Kenaikan BI Rate ke Kualitas KPR



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara (BTN) mulai mewaspadai kenaikan BI Rate ke 5,50% ke kualitas kredit atau non performing loan (NPL) kredit pemilikan rumah (KPR).

Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo mengatakan, kenaikan BI Rate memang menjadi faktor yang perlu dicermati karena dapat memengaruhi daya beli masyarakat dan kemampuan debitur membayar cicilan. Namun, menurutnya kualitas KPR BTN sejauh ini masih menunjukkan tren perbaikan yang positif dan terkendali.

“NPL KPR BTN saat ini telah turun ke kisaran 2,8%, lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu di kisaran 3,2%,” ujar Setiyo kepada KONTAN, belum lama ini.


Baca Juga: Bank Mandiri Jadi Bank Pertama yang Terhubung Langsung dengan Sistem Pembayaran China

Ia menyebut perbaikan kualitas kredit tersebut didukung underwriting yang lebih prudent, monitoring debitur yang lebih intensif, serta transformasi proses collection.

BTN juga terus memperkuat mitigasi risiko melalui penyaluran kredit yang lebih selektif, penguatan early warning system, serta pendekatan collection yang lebih tersegmentasi sesuai profil risiko debitur.

Selain itu, BTN mulai mendorong penyaluran KPR kepada nasabah dengan profil lebih kuat seperti nasabah payroll maupun nasabah existing di ekosistem BTN.

Ke depan, BTN optimistis kualitas kredit KPR masih dapat dijaga membaik secara bertahap meski tekanan suku bunga dan kondisi makro tetap perlu diwaspadai.

Di sisi pertumbuhan, BTN menargetkan penyaluran KPR tahun ini tumbuh sekitar 9% hingga 10% dengan fokus pada debitur yang memiliki repayment capacity yang baik.

Baca Juga: BI Catat NPL KPR Naik Tembus 3,26%, Debitur Kelas Menengah Paling Rentan

BTN mencatat pertumbuhan KPR non-subsidi sebesar 5,4% YoY menjadi Rp 112,56 triliun pada kuartal I-2026. Sementara KPR subsidi tumbuh 7,7% YoY menjadi Rp 193,55 triliun.

“BTN juga akan menaikkan bunga floating secara bertahap,” ujar Setiyo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News