BTN Pastikan Penurunan Rating Moody’s Tak Berdampak Besar



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Tabungan Negara (BTN) memastikan dampak pemangkasan outlook oleh lembaga pemeringkat global Moody’s Ratings tak signifikan. 

Sekadar mengingatkan, Moody’s Rating melakukan pemangkasan outlook terhadap lima bank besar di Indonesia, termasuk BTN, dari stabil menjadi negatif. Secara umum, itu merupakan buntut pemangkasan outlook peringkat sovereign Pemerintah Indonesia yang juga jadi negatif. 

Secara khusus untuk BTN, pemangkasan dilakukan juga dengan pertimbangan risiko aset bank yang tinggi, stok kredit restrukturisasi yang besar, serta tingkat pencadangan yang rendah dibandingkan profil risikonya.


Baca Juga: Soal Penurunan Outlook Moody’s, Bos BTN: Pencadangan Kami Cukup

Meski begitu, Direktur Finance & Strategy BTN Nofry Rony Poetra memastikan dampak pemangkasan ini cenderung minim terhadap bank. Pasalnya, eksposur BTN dari pinjaman luar negeri sendiri tak seberapa banyak. 

Ia menjelaskan, pada dasarnya penilaian dari lembaga pemeringkat global dibutuhkan ketika bank ingin menerbitkan surat utang ke luar negeri. Nah saat ini, Nofry bilang sisa pinjaman BTN di pasar luar negeri terbilang kecil kisaran 9 juta yen. 

BTN juga tak berencana masuk ke pasar luar negeri dalam waktu dekat. “Untuk sementara tidak dulu. Kami lihat kondisi dulu,” ujar Nofry dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (9/2/2026). 

Kalau memang kondisi pasar luar negeri sudah lebih kondusif, lanjut Nofry, dan secara beban dana tak jauh berbeda dengan beban dana penerbitan di dalam negeri, barulah BTN akan mempertimbangkan kembali untuk terjun ke pasar global. 

“Tapi satu tahun ini kami tidak akan turun dulu ke luar negeri,” tegas Nofry. 

Baca Juga: Laba BTN Tumbuh 16,4% pada 2025, Bidik Pertumbuhan 10% pada 2026

Lebih lanjut, Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menyebut keputusan bank tak menerbitkan surat utang ke luar negeri juga karena investor domestik masih prospektif. Apalagi, ada Danantara. 

Selain itu, menurutnya menerbitkan surat utang dalam dolar saat ini terlalu mahal. Memperhitungkan beban konversi nilai, itu tak sebanding dengan pendapatan bunga bank yang sudah pasti bernilai rupiah. 

“Kan kami belum pernah nerbitin KPR dalam dolar, karena rumah di Indonesia hampir semua dalam rupiah. Sehingga kami gak membutuhkan pinjaman dalam dolar sekarang,” jelas Nixon dalam kesempatan yang sama. 

Secara umum, Nixon bilang peringkat bank bakal sejalan dengan peringkat negara (country rating). Dengan kata lain, ada potensi perbaikan rating BTN begitu rating Pemerintah Indonesia kembali naik.

Di luar itu, Nixon memastikan pihaknya bakal segera melakukan pertemuan dengan pihak Moody’s Rating terkait hal ini. Pasalnya, lembaga tersebut bertugas memberikan proyeksi jangka panjang terhadap perusahaan. 

“Pasti kami bertemu dengan mereka. Nanti biasanya masing-masing bank merincikan peringkatnya dengan mereka,” kata Nixon. 

Selanjutnya: Purbaya Pastikan Anggaran untuk BPJS PBI Cukup

Menarik Dibaca: Olahraga Hyrox Lagi Digemari, AirAsia Jalin Kerjasama Dengan Hyrox APAC

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News