KONTAN.CO.ID – BEKASI. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menargetkan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) untuk pertama kalinya bisa dijaga di bawah 3% pada tahun 2026. Direktur Risk Management BTN, Setiyo Wibowo, mengatakan perseroan tengah menyiapkan sejumlah langkah untuk mempercepat penyelesaian NPL, khususnya di segmen konstruksi yang masih tercatat tinggi.
Hingga September 2025, NPL BTN paling banyak berasal dari sektor konstruksi dengan level 16,2%. Meski masih tinggi, posisi ini menunjukkan perbaikan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, yakni 26,2% pada akhir 2022, 23,8% pada akhir 2023, dan 16% pada akhir 2024. “Segmen konstruksi itu sebenarnya kredit macet tinggalan lama, legacy yang dibooking sebelum 2020. Kalau aset sudah bermasalah, strategi recovery memang perlu waktu,” ujar Setiyo kepada awak media, Kamis (4/2/2026).
Baca Juga: BTN Targetkan NPL di Bawah 3% pada 2026, Simak Strateginya Untuk mempercepat penyelesaian NPL, BTN menyiapkan strategi recycle aset, termasuk melalui penjualan kredit bermasalah (NPL sales) dengan berbagai skema. Selain itu, bank juga menginisiasi inovasi penyelesaian NPL konstruksi melalui pembentukan Dana Investasi Real Estat (DIRE) atau real estate investment trust (REIT). Setiyo menjelaskan, aset properti yang masih berpotensi menghasilkan pendapatan berulang (recurring income) akan diperbaiki terlebih dahulu sebelum dimasukkan dalam skema DIRE. Aset tersebut mencakup hotel, kondotel, hingga pusat perbelanjaan. “Aset yang bisa menghasilkan recurring income akan kami bungkus menjadi DIRE. Ini menjadi salah satu opsi penyelesaian kredit konstruksi yang saat ini macet,” jelasnya. Penerapan skema DIRE untuk penyelesaian NPL konstruksi masih berada pada tahap awal dan menjadi inovasi baru dalam penanganan kredit bermasalah di industri perbankan nasional.
Dengan langkah ini, BTN berharap penyelesaian NPL konstruksi dapat berlangsung lebih terstruktur dan berkelanjutan, seiring upaya perseroan menjaga kualitas aset ke depan.
Merujuk presentasi perusahaan per kuartal III-2025, kredit konstruksi BTN turun 14,3% secara tahunan (yoy). Tren ini sejalan dengan upaya bank melakukan reprofiling portofolio kredit konstruksi, dengan mengalihkan fokus pada proyek perumahan tapak serta hunian vertikal berbasis transit oriented development (TOD) yang terpilih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News