BTN Perkuat Fee Based Income lewat Ekosistem Digital



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus memperkuat pendapatan berbasis komisi atau fee based income (FBI) sebagai strategi diversifikasi pendapatan di tengah tekanan biaya dana (cost of fund) dan penyempitan margin bunga bersih (net interest margin/NIM).

Direktur Commercial Banking BTN, Hermita mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas profitabilitas perseroan. Kendati demikian, pendapatan bunga masih menjadi sumber pendapatan utama mengingat fokus bisnis BTN tetap pada pembiayaan perumahan.

"BTN terus mengembangkan fee based income sebagai bagian dari strategi diversifikasi pendapatan untuk menjaga kualitas profitabilitas di tengah tekanan biaya dana dan NIM. Meski demikian, pendapatan bunga tetap menjadi kontributor utama sejalan dengan fokus bisnis BTN pada pembiayaan perumahan, sementara FBI berperan sebagai penopang tambahan yang semakin diperkuat," ujar Hermita kepada Kontan, Kamis (2/7/2026).


Baca Juga: BTN Perluas Penggunaan AI, Efisiensi Operasional Makin Terdongkrak

Hermita menjelaskan, kontributor utama fee based income BTN berasal dari layanan transaksi perbankan, bisnis digital, bancassurance, wealth management, treasury, transaction banking, hingga layanan dalam ekosistem perumahan.

Untuk mendorong pertumbuhan pendapatan nonbunga, BTN juga terus memperkuat ekosistem digital Bale yang mencakup Bale by BTN, Bale Properti, Bale Korpora, Bale Merchant, dan Bale Agen. Platform tersebut diharapkan dapat meningkatkan frekuensi transaksi, akuisisi nasabah, sekaligus memperbesar peluang cross-selling produk.

Baca Juga: Bale by BTN Catat 51,5 Juta Transaksi Senilai Rp55,45 Triliun hingga Mei 2026

Ke depan, perseroan akan meningkatkan porsi pendapatan nonbunga secara bertahap melalui digitalisasi layanan, penguatan kerja sama dengan mitra dalam ekosistem perumahan, optimalisasi bisnis bancassurance dan wealth management, serta pengembangan layanan treasury dan transaction banking.

"Dengan strategi tersebut, BTN optimistis fee based income dapat tumbuh secara berkelanjutan dan semakin memperkuat kinerja perseroan," kata Hermita.

Berdasarkan laporan keuangan, pendapatan komisi BTN hingga Mei 2026 tercatat sebesar Rp 604,8 miliar. Angka tersebut meningkat 6,4% dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 568,3 miliar.

Baca Juga: BTN Gandeng MKP, Siapkan Ticketing dan Pembayaran Digital

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: