BTN Perluas Penggunaan AI, Efisiensi Operasional Makin Terdongkrak



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus memperluas pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sebagai bagian dari transformasi digital perseroan.

Teknologi tersebut dimanfaatkan mulai dari proses pembukaan rekening, percepatan persetujuan kredit, hingga penguatan sistem deteksi fraud.

Direktur IT BTN, Tan Jacky Chen, mengatakan, AI tidak lagi dipandang sekadar sebagai tren teknologi, melainkan menjadi salah satu penggerak utama peningkatan efisiensi operasional dan kualitas layanan perbankan.


"BTN telah mulai mengadopsi Artificial Intelligence (sebagai bagian dari transformasi digital perusahaan. Kami memandang AI bukan sekadar tren teknologi, tetapi sebagai enabler untuk meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah, produktivitas pegawai, efisiensi operasional, serta penguatan manajemen risiko," ujar Tan kepada Kontan, Rabu (1/7/2026).

Baca Juga: BTN Mulai Realisasikan Akuisisi Kredit SMBC, Gelontorkan Dana Rp 12 Triliun

Menurutnya, implementasi AI dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal, teknologi tersebut difokuskan untuk meningkatkan kinerja dan efisiensi operasional internal sebelum diperluas ke area yang memberikan dampak langsung terhadap bisnis maupun nasabah.

"Ke depan, pemanfaatan AI akan terus diperluas dengan tetap mengedepankan tata kelola yang baik, keamanan informasi, perlindungan data pribadi, serta kepatuhan terhadap ketentuan regulator," katanya.

Tan menjelaskan, saat ini AI telah diterapkan pada berbagai lini bisnis.

Pada sisi layanan nasabah, teknologi tersebut digunakan dalam proses digital onboarding aplikasi Balé by BTN melalui teknologi optical character recognition (OCR), face recognition, dan liveness detection untuk mendukung proses electronic Know Your Customer (e-KYC).

Menurutnya, teknologi tersebut memungkinkan proses verifikasi identitas dilakukan lebih cepat, akurat, dan aman sehingga pembukaan rekening digital menjadi lebih mudah bagi nasabah.

Di sisi operasional, BTN juga memanfaatkan AI untuk sistem knowledge management agar pegawai lebih mudah mengakses kebijakan, prosedur, dan dokumentasi internal.

Baca Juga: BTN Targetkan Dana Nasabah Kaya Tumbuh di Atas 20% hingga Akhir 2026

Selain itu, perseroan tengah mengimplementasikan Intelligent Document Processing (IDP) dan OCR guna mengotomatisasi pembacaan serta verifikasi dokumen kredit.

"Dengan implementasi tersebut diharapkan turn around time (TAT) proses persetujuan kredit dapat berlangsung lebih cepat," ujarnya.

Tak hanya itu, AI juga digunakan untuk mendukung analisis data dan memperkuat manajemen risiko, termasuk mendeteksi anomali transaksi sebagai bagian dari upaya pencegahan fraud.

"Secara keseluruhan, implementasi AI membantu BTN meningkatkan produktivitas, mengurangi proses manual, mempercepat layanan, meningkatkan akurasi, serta memberikan pengalaman yang lebih baik bagi nasabah," kata Tan.

Dalam menjaga keamanan transaksi, BTN tetap menerapkan prinsip Know Your Customer (KYC) sesuai ketentuan regulator melalui proses verifikasi identitas, validasi data, serta pemantauan transaksi secara berkelanjutan.

Perseroan juga menerapkan sistem keamanan berlapis (multi-layered security controls) yang mencakup aspek sumber daya manusia, proses, dan teknologi.

Baca Juga: BTN Resmi Ambil Alih Portofolio Kredit Pensiun SMBC Indonesia

Sistem tersebut diperkuat dengan digital verification, pemantauan keamanan siber (cybersecurity monitoring), serta pengamanan data berdasarkan prinsip confidentiality, integrity, dan availability.

Selain itu, teknologi AI juga dimanfaatkan untuk mendeteksi lebih dini potensi fraud maupun ancaman siber.

"AI membantu mendeteksi anomali, potensi fraud, dan ancaman siber secara lebih dini, sehingga risiko dapat diminimalkan serta keamanan data dan transaksi nasabah tetap terjaga," ujar Tan.

Tan menilai, pemanfaatan AI akan terus diperluas seiring meningkatnya kebutuhan layanan perbankan digital.

Perseroan juga memastikan pengembangan teknologi tersebut tetap mengedepankan aspek tata kelola, perlindungan data pribadi, dan kepatuhan terhadap regulasi guna menjaga kepercayaan nasabah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News