KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Tabungan Negara (BTN) menegaskan kenaikan nilai beban penurunan nilai aset keuangan alias impairment pada tahun lalu tak mencerminkan penurunan kualitas kredit yang signifikan. Alih-alih, langkah tersebut menjadi bagian dari strategi penguatan buffer risiko secara antisipatif. Hingga Desember 2025, BTN mencatatkan kenaikan beban impairment secara konsolidasian di level Rp 6,17 triliun, melonjak dari posisi Rp 1,98 triliun. Meski begitu, Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo menegaskan secara fundamental kualitas aset perseroan menunjukkan perbaikan. Hal ini tercermin dari rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross, yang berdasarkan laporan keuangannya turun dari 3,17% menjadi 3,16%.
BTN Pertebal Cadangan, Targetkan Coverage Ratio Mendekati 130% pada Tahun Ini
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Tabungan Negara (BTN) menegaskan kenaikan nilai beban penurunan nilai aset keuangan alias impairment pada tahun lalu tak mencerminkan penurunan kualitas kredit yang signifikan. Alih-alih, langkah tersebut menjadi bagian dari strategi penguatan buffer risiko secara antisipatif. Hingga Desember 2025, BTN mencatatkan kenaikan beban impairment secara konsolidasian di level Rp 6,17 triliun, melonjak dari posisi Rp 1,98 triliun. Meski begitu, Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo menegaskan secara fundamental kualitas aset perseroan menunjukkan perbaikan. Hal ini tercermin dari rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross, yang berdasarkan laporan keuangannya turun dari 3,17% menjadi 3,16%.
TAG: