BTN pupuk fee based lewat produk bancassurance



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) melalui unit usaha syariah (UUS) meneken kerjasama dengan PT FWD Life Indonesia untuk meluncurkan produk bancassurance berbasis syariah.

Lewat produk tersebut, Pemimpin Divisi Syariah BTN Joni Prasetyanto mengatakan BTN menargetkan untuk setahun pertama total premi yang diserap mampu mencapai Rp 30 miliar. Dari jumlah tersebut, pihaknya menarget pendapatan berbasis komisi alias fee based income dari bancassurance sebesar Rp 4 miliar.

Jumlah tersebut lebih optimistis dibandingkan target yang diberikan oleh BTN konvensional sebesar Rp 3 miliar. "Kalau syariah dikasih target Rp 3 miliar, tapi ekspektasi kita lebih tinggi bisa Rp 4 miliar fee based-nya," katanya saat ditemui di Jakarta, Kamis (13/12).


Joni mengatakan, sejauh ini pasar bancassurance syariah masih sangat luas apalagi untuk produk syariah. Nantinya, segmen pasar yang bakal disasar oleh BTN antara lain nasabah dengan risiko pekerjaan yang tinggi semisal Polri, TNI, atlet dan lainnya.

Secara terpisah, Direktur Konsumer BTN Budi Satria mengatakan sampai November 2018 perolehan fee based bancassurance BTN cukup tinggi. Sampai akhir tahun pihaknya menargetkan perolehan fee sebesar Rp 65 miliar, sementara per akhir November 2018 jumlahnya sudah mencapai 80% dari target.

"Sampai dengan November 2018, fee based bancassurance adalah sebesar 80% dari target Rp 65 miliar, dan kami optimistis angka tersebut akan mencapai 100% pada akhir tahun 2018," tuturnya.

Sejauh ini, kontribusi produk bancassurance syariah terhadap keseluruhan fee based dari produk bancassurance baru sebesar 6%. Artinya, masih ada ceruk yang cukup dalam untuk digarap oleh BTN.

"Dengan adanya pasar nasabah syariah di BTN yang masih cukup besar, kami optimistis bahwa pasar asuransi pada nasabah BTN Syariah di BTN masih akan bertumbuh," sambungnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi