BTN rilis uang elektronik tiga bulan lagi



JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk berencana meluncurkan kartu uang elektronik tiga bulan lagi. Direktur Funding and Distribution BTN, Sis Apik Wijayanto mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah mengurus izin di Bank Indonesia (BI) untuk dapat menerbitkan kartu uang elektronik.

"Ada beberapa syarat dari Bank Indonesia. Mungkin dalam tiga bulan lagi izin akan keluar, jadi mudah-mudahan kartu uang elektronik BTN bisa segera terbit," ucap Sis di Jakarta, Senin (31/8).

Ia menuturkan, untuk tahap awal penerbitan kartu uang elektronik ini, bank dengan kode emiten BBTN akan menargetkan nasabah KPR BTN yang saat ini mencapai 3,5 juta nasabah.


Sementara untuk tahap awal, perseoran akan menyasar nasabah di wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi (Jabotabek). Lebih lanjut Sis Apik menuturkan, kartu uang elektronik BTN bisa digunakan untuk pembayaran tol di ruas jalan tol yang dimiliki oleh Jasa Marga.

BTN sendiri telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman atawa memorandum of understanding (MoU) dengan Jasa Marga dan juga tiga bank BUMN lain peserta e-toll dalam implementasi pembayaran elektronik di jalan tol.

"Kami sudah melakukan kerjasama dengan ditandatangi empat bank. Berarti kami sudah bisa produksi, dan akan men-develope programnya," ucap Sis.

Ia bilang, produk uang elektronik ini akan melengkapi transaksi non tunai perseroan. Selain itu, produk ini diharapkan dapat menghindari penggunaan uang tunai dalam rangka menyukseskan program Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang diluncurkan oleh BI serta mampu melancarkan public service perseroan kepada nasabah.

"Kami harapkan dengan produk uang elektronik ini, nasabah dapat melakukan pembayaran dengan lebih efisien. Dengan produk ini, diharapkan bank akan memberikan pelayanan kepada publik dengan lebih baik dan diharapkan bisa menjadi multiplier efek yang dapat meningkatkan layanan perbankan untuk transaksi elektronik yang lebih baik bagi masyarakat," ucapnya.

BTN sendiri belum menargetkan fee based income dari transaksi uang elektronik ini. Menurutnya, yang lebih utama dari kerjasama penerbitan uang elektronik ini adalah memperbaiki public service perbankan kepada masyarakat.

"Fee based belum jadi tujuan utama dan target kami," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Havid Vebri