BTN Salurkan 1.517 KPR Subsidi di Jambi hingga Juni 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Akses masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terhadap hunian layak terus diperluas PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN). Hingga Juni 2026, BTN telah menyalurkan 1.517 unit Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi di Provinsi Jambi dengan total nilai plafon mencapai sekitar Rp 240,99 miliar.

Penyaluran tersebut menjadi bagian dari strategi BTN memperluas kepemilikan rumah bagi MBR sekaligus meningkatkan tingkat keterhunian rumah subsidi yang telah dibiayai.

Direktur Consumer Banking BTN Hirwandi Gafar mengatakan, rumah subsidi tidak hanya harus terjangkau dari sisi harga, tetapi juga memenuhi standar kelayakan, kenyamanan, keamanan, dan kesehatan bagi penghuninya.


"Rumah bukan hanya dilihat dari sisi fisik semata, tetapi bagaimana rumah bisa memberikan kenyamanan, keamanan serta kesehatan bagi penghuninya. Karena itu, setelah akad kami juga mendorong para debitur untuk segera menghuni dan merawat rumahnya dengan baik," ujar Hirwandi dalam keterangannya, dikutip Minggu (30/8/2026).

Baca Juga: RUPSLB Pertama Tak Kuorum, Krom Bank (BBSI) Jadwalkan Rapat Kedua 3 September 2026

Dalam kegiatan tersebut, BTN bersama pengembang LIP House memfasilitasi akad KPR subsidi bagi 250 debitur. Setelah proses akad, para debitur juga langsung menerima kunci rumah sehingga dapat segera menempati hunian tersebut.

Dari sisi keterhunian, Provinsi Jambi mencatatkan tingkat yang relatif tinggi. Berdasarkan data BP Tapera, tingkat keterhunian rumah FLPP di Jambi mencapai 95,07%.

Tingkat tersebut berada di atas rata-rata nasional yang tercatat sebesar 94,02%.

Hirwandi mengatakan, salah satu tantangan dalam mengurangi backlog perumahan adalah mempertemukan kebutuhan masyarakat dengan ketersediaan lahan dan pasokan hunian di lokasi yang sesuai.

Oleh karena itu, BTN mendorong penguatan sinergi bersama pemerintah daerah dan pengembang agar pembangunan rumah subsidi dapat lebih tepat sasaran serta menyesuaikan kebutuhan masyarakat.

Sejumlah kebijakan pemerintah turut memperkuat akses MBR terhadap hunian. Dukungan tersebut antara lain melalui KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan suku bunga tetap 5% sepanjang tenor, Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) sebesar Rp 4 juta, serta Kredit Program Perumahan (KPP).

Di tingkat nasional, BTN Group telah menyalurkan lebih dari 100.000 unit KPR FLPP sepanjang 2026. BTN juga disebut menguasai sekitar 38% pangsa pasar KPR nasional dan lebih dari 70% pangsa pasar KPR subsidi.

 
BBTN Chart by TradingView

Sementara itu, CEO LIP House Raymond Tanoto mengatakan, pembangunan perumahan subsidi tidak semata-mata berorientasi pada jumlah unit yang tersedia. Menurut dia, kualitas hunian dan manfaatnya bagi kehidupan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam pengembangan perumahan.

"Rumah bukan hanya tempat buat kita tinggal, tapi tempat kita benar-benar memulai hidup," kata Raymond.

Dukungan terhadap pembangunan perumahan juga perlu diikuti dengan penyediaan infrastruktur dasar di kawasan hunian. Wali Kota Jambi Maulana mengatakan pemerintah daerah berkomitmen mendukung ketersediaan fasilitas pendidikan, kesehatan, dan air bersih bagi masyarakat.

Selain itu, ia menekankan bahwa pengembangan kawasan perumahan harus tetap memperhatikan tata ruang, termasuk dengan menghindari kawasan resapan air dan wilayah yang berpotensi mengalami banjir.

Sejak 1976, BTN mencatat telah menyalurkan pembiayaan untuk lebih dari 6 juta rumah di Indonesia. Perseroan menyatakan akan terus memperkuat penyaluran FLPP melalui kolaborasi dengan pemerintah, BP Tapera, pengembang, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News