BTN Sebut Eksposur Kredit ke BUMN Karya Masih di Bawah 1%



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) memastikan eksposur pembiayaan kepada badan usaha milik negara (BUMN) karya masih relatif kecil di tengah beredarnya wacana perpanjangan pembayaran utang proyek infrastruktur.

Perseroan menegaskan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam mengelola pembiayaan sekaligus menjaga kualitas aset.

Direktur Corporate Banking BTN, Helmy Afrisa Nugroho mengatakan, hingga semester I-2026 total kredit infrastruktur BTN kepada BUMN karya hanya mencapai 0,97% dari total portofolio kredit korporasi perseroan.


"Pengelolaan eksposur kredit BTN, termasuk kepada BUMN Karya, dilakukan secara prudent dengan mempertimbangkan kondisi masing-masing debitur, kualitas proyek, kemampuan pembayaran, serta kecukupan mitigasi risiko. Hingga semester I-2026, total kredit infrastruktur ke BUMN Karya sebesar 0,97% dari total portofolio kredit korporasi," ujar Helmy kepada Kontan.co.id, Senin (10/8/2026).

Baca Juga: Biaya Kredit Bank Besar Beragam, BTN Catat Perbaikan Paling Signifikan

Ia menjelaskan, porsi pembiayaan tersebut relatif terbatas karena BTN tetap mempertahankan fokus bisnis pada sektor perumahan dan ekosistem properti.

Terkait informasi mengenai rencana perpanjangan pembayaran utang proyek infrastruktur karena kondisi keuangan BUMN karya yang belum sepenuhnya pulih, Helmy mengatakan BTN terus mengikuti perkembangan kebijakan dan melakukan koordinasi dengan Danantara.

"BTN pada prinsipnya mendukung upaya pemerintah dalam menjaga keberlanjutan proyek infrastruktur, yang dilakukan berdasarkan prinsip kehati-hatian dan ketentuan perbankan yang berlaku," katanya.

Dari sisi pencadangan, Helmy menegaskan pembentukan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) terhadap eksposur kredit BUMN karya tidak dilakukan secara otomatis hingga 100%, melainkan berdasarkan hasil asesmen terhadap kualitas kredit dan estimasi kerugian yang mengacu pada standar akuntansi serta ketentuan regulator.

Menurutnya, penentuan CKPN mempertimbangkan berbagai faktor, mulai dari kondisi keuangan debitur, kemampuan pembayaran, prospek usaha maupun proyek, kualitas agunan, hingga estimasi arus kas yang dapat diperoleh bank dari penyelesaian eksposur tersebut.

"Setiap eksposur restrukturisasi akan dievaluasi secara individual dan pembentukan CKPN dilakukan sesuai tingkat risiko dan estimasi expected credit loss. BTN juga terus melakukan penguatan pencadangan secara prudent untuk menjaga ketahanan neraca dan kualitas aset," ujarnya.

Baca Juga: Kredit Bermasalah BTN Membaik, NPL Gross Turun ke Level 3% pada Semester I-2026

Apabila perpanjangan pembayaran kembali dilakukan, BTN akan melakukan kajian menyeluruh guna memastikan restrukturisasi benar-benar menjadi solusi atas kemampuan pembayaran debitur dan bukan sekadar menunda penyelesaian kewajiban.

Strategi tersebut mencakup evaluasi terhadap arus kas dan prospek proyek, penyesuaian struktur pembayaran, penguatan covenant, optimalisasi sumber pembayaran, hingga penguatan mitigasi risiko sesuai karakteristik masing-masing proyek.

Selain itu, apabila diperlukan, BTN juga dapat mempertimbangkan tambahan agunan, dukungan dari pemegang saham maupun pihak terkait, serta skema penyelesaian lainnya.

Helmy menilai, dukungan pemerintah melalui keberlanjutan proyek-proyek strategis juga menjadi faktor penting bagi pemulihan BUMN karya.

"Dengan mempertimbangkan karakteristik bisnis BUMN Karya, dukungan pemerintah dalam bentuk proyek-proyek strategis infrastruktur akan menjadi katalis yang sangat positif dan fundamental untuk menjaga going concern BUMN Karya serta keberhasilan restrukturisasi kredit sehingga potensi restrukturisasi berulang dapat dieliminasi," jelasnya.

Dari sisi permodalan, BTN memastikan akan terus menjaga kecukupan modal melalui penguatan laba ditahan, pengelolaan pertumbuhan aset, serta menjaga cakupan pencadangan (coverage) sesuai ketentuan regulator. Langkah tersebut dilakukan agar ekspansi bisnis tetap berjalan dengan tetap menjaga kualitas aset dan ketahanan permodalan perseroan.

Baca Juga: BTN Jadi Penyalur Terbesar dalam Akad Massal KPR Subsidi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: