KONTAN.CO.ID - JAKARTA. BUMN Holding Pangan ID FOOD dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) memperbesar skala kolaborasi untuk memperkuat bisnis dan ekosistem pangan nasional.
Melalui Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangani di Jakarta, pada Kamis (1/10/2026), BTN menyiapkan plafon pembiayaan hingga Rp3 triliun untuk mendukung kebutuhan modal kerja,
offtake komoditas strategis, transaksi, hingga digitalisasi ekosistem ID FOOD Group. Direktur Utama ID FOOD Ghimoyo mengatakan, kerja sama tersebut menjadi langkah lanjutan untuk memperkuat kemampuan ID FOOD dalam menghubungkan pasokan pangan dari hulu dengan kebutuhan pasar di hilir.
Baca Juga: Solar Global Kian Ketat, Pasokan Dalam Negeri Cukup hingga 30 Hari “Dukungan pembiayaan ini akan memperkuat kemampuan kami dalam menyerap, mengelola, dan mendistribusikan komoditas pangan strategis. Semakin kuat kemampuan
offtake, semakin besar pula kapasitas ID FOOD untuk menghubungkan produksi dengan pasar secara lebih efektif,” ujar Ghimoyo, dalam siaran pers, Kamis (1/10).
Fasilitas pembiayaan tersebut akan dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas bisnis pangan, termasuk komoditas beras, gula, minyak goreng, serta pangan strategis lainnya. Kolaborasi ID FOOD dan BTN sendiri bukan kerja sama yang baru dimulai. Sejak 2024, BTN telah mendukung sejumlah aktivitas bisnis ID FOOD Group, mulai dari Program Bantuan Pangan Stunting, pengadaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), hingga pembiayaan bisnis beras, gula, garam, benih padi, dan susu. Hingga saat ini, total fasilitas pembiayaan BTN yang telah terutilisasi dalam berbagai aktivitas ID FOOD Group mencapai sekitar Rp5 triliun. “Utilisasi sekitar Rp5 triliun menunjukkan bahwa kolaborasi ini telah berjalan secara konkret dan memiliki skala yang signifikan. MoU terbaru menjadi pijakan untuk membawa kerja sama tersebut ke tahap berikutnya,” kata Ghimoyo. Kerja sama juga diperluas melampaui pembiayaan korporasi. Produk dan layanan BTN akan semakin diarahkan untuk menjangkau supplier, vendor, distributor, buyer, kontraktor, pedagang, mitra usaha, serta karyawan dalam jaringan ID FOOD Group. Di sisi internal, sekitar 1.600 rekening karyawan RNI, PPI, BGR Logistik, dan Rajawali Nusindo telah menggunakan layanan payroll BTN. Digitalisasi juga mulai diterapkan melalui revitalisasi Kantin ID FOOD serta pemanfaatan QRIS dalam ekosistem Bale by BTN. “Ekosistem pangan melibatkan banyak pelaku. Karena itu, manfaat kerja sama ini harus dirasakan bukan hanya oleh korporasi, tetapi juga supplier, distributor, buyer, pedagang, dan mitra usaha melalui transaksi yang lebih cepat, mudah, dan efisien,” ujarnya. Direktur BTN Nixon LP Napitupulu memandang ID FOOD memiliki posisi yang sangat strategis sebagai Holding BUMN Pangan. Mengingat, ketahanan pangan sebagai salah satu fundamental utama kekuatan ekonomi domestik.
"Dengan demikian, ID FOOD memiliki
multiplier effect yang luas terhadap berbagai pelaku ekonomi, mulai dari petani, peternak, nelayan, supplier, distributor, merchant UMKM, hingga konsumen. Karena itu, semakin
efficient dan
connected ekosistem ID FOOD, semakin besar pula kontribusinya dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan perekonomian nasional," kata Nixon. Nixon memastikan ekosistem strategis seperti ID FOOD dapat berkembang semakin
efficient, connected, dan
scalable. Kerja sama BTN dan ID FOOD telah dimulai melalui dukungan fasilitas kredit.
Hanya saja,
financing is only the beginning. BTN ingin melangkah lebih jauh, dari sekadar financing partner menjadi transactional banking partner yang hadir dalam aktivitas bisnis sehari-hari ID FOOD.
“Peran tersebut diwujudkan lewat dukungan transaksi sehari-hari. Mulai dari
collection, payment, liquidity management, hingga t
rade transaction. Termasuk kebutuhan finansial pegawai dan mitra ID FOOD. Karena itu, penandatanganan MoU hari ini menjadi langkah penting,” ucapnya.
Menurut Nixon, salah satu potensi besar ID FOOD adalah pengembangan Warung Pangan. BTN juga siap mendukung ekosistem ini, mulai dari
payment dan collection, transaksi supplier, hingga kebutuhan finansial mitra Warung Pangan.
Baca Juga: Smartphone Kelas Menengah Bawah Mendominasi, Pengguna Cari Browser Ringan Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News