BTN Tak Agresif Tambah Pencadangan Kredit, Pilih Perkuat Kualitas Aset



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menegaskan tidak akan agresif menambah pencadangan kredit di tengah ketidakpastian global. Perseroan lebih memilih fokus menjaga kualitas aset melalui ekspansi yang selektif dan berbasis risiko.

Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo mengatakan, dalam menghadapi dinamika geopolitik dan ekonomi global, bank tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.


“Strategi kami bukan semata memperbesar pencadangan, melainkan memastikan kualitas aset tetap terjaga sejak awal melalui ekspansi yang selektif dan berkualitas,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Selasa (7/4/2026).

Ia menyebut, rasio pencadangan (coverage ratio) BTN saat ini dijaga di kisaran 125%–140%. Level tersebut dinilai optimal, mengingat portofolio kredit BTN yang didominasi oleh pembiayaan perumahan dengan underlying asset yang jelas dan relatif lebih tahan terhadap gejolak.

Baca Juga: Saham Big Banks Tertekan Aksi Jual Asing, Simak Rekomendasi Analis

Dari sisi realisasi, beban pencadangan disebut mulai lebih terkendali dibandingkan periode sebelumnya. Hal ini sejalan dengan perbaikan kualitas kredit, terutama dari sisi flow rate dan tingkat keterlambatan pembayaran (delinquencies).

Selain itu, rasio kredit berisiko atau loan at risk (LaR) juga menunjukkan tren perbaikan, didukung oleh efektivitas strategi penagihan (collection) serta normalisasi portofolio pasca restrukturisasi.

“Ke depan, coverage ratio tetap kami jaga di kisaran 125%–140%, sementara LaR diarahkan turun bertahap menuju level yang lebih sehat,” jelasnya.

Setiyo menilai, beban pencadangan ke depan tidak lagi menjadi tekanan utama terhadap kinerja keuangan bank, selama kualitas ekspansi tetap terjaga. Dengan perbaikan fundamental portofolio, kebutuhan pencadangan dinilai akan lebih stabil dan terukur.

Meski demikian, BTN tetap menerapkan pendekatan forward-looking provisioning guna mengantisipasi potensi risiko dari dinamika global.

 
BBTN Chart by TradingView

Untuk menjaga kualitas aset, BTN mengandalkan strategi end-to-end risk management. Langkah tersebut mencakup ekspansi kredit yang selektif sesuai risk appetite, penguatan underwriting berbasis data dan analytics, serta peningkatan efektivitas collection melalui early warning system.

Selain itu, perseroan juga aktif melakukan pengelolaan portofolio dan stress testing secara berkala guna mengantisipasi berbagai skenario risiko global.

Dengan strategi tersebut, BTN optimistis dapat menjaga kualitas aset tetap solid sekaligus memastikan kinerja keuangan yang berkelanjutan di tengah ketidakpastian ekonomi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News