BTN Tak Bagi Dividen 2025 dan Pilih Akuisisi Kredit Jumbo



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) kali ini menyetujui sejumlah agenda penting. Yang paling menjadi perhatian adalah soal absensi pembagian dividen dan akuisisi portofolio kredit pihak ketiga.

Akuisisi ini disebut sebagai langkah perseroan untuk memperkuat permodalan. Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menjelaskan, keputusan penetapan rasio pembayaran dividen alias dividend payout ratio (DPR) sebesar 0% laba bersih tahun buku 2025 ditempuh untuk mendukung ekspansi kredit yang melebihi Rencana Kerja dan Anggaran Perusahan (RKAP).

Dengan begitu, laba dapat digunakan sebagai penguatan permodalan di tahun 2026.


Baca Juga: BCA Pertahankan Target Pertumbuhan Kredit di Kisaran 8%-10% pada 2026

Keputusan tersebut terkait dengan rencana pengambilalihan portofolio kredit kini sedang digodok perusahaan. Portofolio tersebut mencakup kredit produktif dan konsumtif dengan nilai transaksi yang melebihi 20% dari ekuitas perusahaan. 

Nixon bilang pihaknya sebelumnya telah mempertimbangkan berbagai opsi pendanaan, termasuk penerbitan surat utang. Namun, itu dinilai kurang efisien.

“Maka sempat kita rencanakan juga untuk menerbitkan sub-debt atau additional tier 1 capital. Tapi waktunya tidak memungkinkan, dan kalau pakai itu ada beban bunga,” kata Nixon dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (23/4/2026). 

Lebih lanjut, Nixon menegaskan bahwa keputusan tak menebar dividen diambil untuk menjaga efisiensi sekaligus memperkuat kapasitas ekspansi.

BTN memang menargetkan pertumbuhan kredit pada tahun 2026 di rentang 8–10%, dengan tetap berfokus pada segmen perumahan, baik subsidi maupun non-subsidi, serta penguatan ekosistem pembiayaan perumahan.

Untuk mencapai target itulah, akuisisi portofolio kredit dilakukan. Rencana ini juga telah mengantongi restu pemegang saham. 

Nixon bilang portofolio kredit yang diakuisisi memiliki profil imbal hasil dan kualitas aset yang lebih baik ketimbang portofolio eksisting perseroan. Dus, perseroan yakin transaksi ini dapat memperbaiki kualitas aset sekaligus meningkatkan kinerja keuangan BTN.

Baca Juga: 120 Tahun Melintasi Zaman, Jejak Panjang Bank Woori Saudara

“Rasio NPL BTN di akhir tahun akan turun di bawah 3%. Pendapatan bunga kita akan lebih bagus, dan total kredit kita akan melebihi RKAP,” terawang Nixon.

Sementara itu, RUPST menerima laporan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan VI BTN Tahap II Tahun 2025 serta Sukuk Mudharabah Berkelanjutan V BTN Tahap II Tahun 2025.

RUPST juga menyetujui perubahan Recovery Plan sebagai bagian dari upaya penguatan ketahanan Perseroan dalam menghadapi potensi tekanan keuangan.

RUPST turut menyetujui RKAP Tahun 2026 serta Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) Tahun 2025–2029 sebagai pedoman arah pengembangan usaha Perseroan dalam jangka menengah dan panjang.

Selanjutnya, sehubungan dengan adanya perubahan susunan pengurus perseroan, RUPST menyetujui pengangkatan kembali dan/atau perubahan susunan anggota direksi dan dewan komisaris perseroan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dalam hal ini, Dwi Ary Purnomo yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Komisaris Utama, telah diangkat sebagai Direktur Keuangan PT Asuransi Kerugian Jasa Raharja sejak 25 Februari 2026, sehingga tak lagi menjabat dalam susunan pengurus BTN. 

Posisi Wakil Komisaris Utama kemudian diisi oleh Endra Gunawan. Endra Gunawan juga menjabat sebagai Deputi Bidang Peningkatan Nilai BUMN- BP BUMN. 

Baca Juga: Moody’s Kerek Outlook Bank Permata Jadi Stabil di Level Baa1

RUPST juga menyetujui pengangkatan kembali Nofry Rony Poetra serta Bapak Eko Waluyo untuk melanjutkan masa jabatan sebagai anggota Direksi Perseroan, sebagai bagian dari upaya menjaga kesinambungan kepemimpinan dan pelaksanaan strategi bisnis Perseroan.

Berikut susunan pengurus BTN yang baru:

Susunan Direksi

* Direktur Utama: Nixon L.P. Napitupulu

* Wakil Direktur Utama: Oni Febriarto Rahardjo

* Direktur Finance & Strategy: Nofry Rony Poetra

* Direktur Consumer Banking: Hirwandi Gafar

* Direktur Risk Management: Setiyo Wibowo

* Direktur Operations: I Nyoman Sugiri Yasa

* Direktur Network & Retail Funding: Rully Setiawan

* Direktur Commercial Banking: Hermita

* Direktur Human Capital & Compliance: Eko Waluyo

* Direktur Information Technology: Tan Jacky Chen

* Direktur Treasury & International Banking: Venda Yuniarti

* Direktur Corporate Banking: Helmy Afrisa Nugroho

 

Susunan Dewan Komisaris

* Komisaris Utama: Suryo Utomo

* Wakil Komisaris Utama: Endra Gunawan

* Komisaris: Fahri Hamzah

* Komisaris: Didyk Choiroel

* Komisaris Independen: Ida Nuryanti

* Komisaris Independen: Pietra Machreza Paloh

* Komisaris Independen: Panangian Simanungkalit??

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News