BTN Tancap Gas Transformasikan Bisnis



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus mempercepat transformasi bisnis dari bank spesialis pembiayaan perumahan menjadi beyond mortgage bank.

Strategi ini ditempuh dengan memperluas layanan keuangan terintegrasi, mulai dari pembiayaan rumah, transaksi perbankan, tabungan, wealth management, digital banking, pembiayaan UMKM, hingga bisnis korporasi dan komersial yang terhubung dengan ekosistem perumahan.

Selain itu, BTN melakukan transformasi manajemen risiko dengan memperkuat proses kredit, budaya risiko, early warning system, pengelolaan portofolio, serta tata kelola risiko secara end-to-end agar ekspansi bisnis tetap berada dalam koridor prudential banking.


Direktur Manajemen Risiko BTN Setiyo Wibowo mengatakan, transformasi bukan hanya memperbesar skala bisnis, tetapi juga memastikan kualitas pertumbuhan. Karena itu, penguatan manajemen risiko menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari strategi beyond mortgage. 

“Kami ingin setiap pertumbuhan kredit, baik di segmen konsumer, UMKM, komersial, maupun korporasi, tetap didukung proses yang disiplin, data-driven, dan memiliki kontrol risiko yang kuat," ujar Setiyo dalam keterangannya, Senin (6/7/2026).

Baca Juga: Transaksi Bale Korpora BTN Naik 81%, Pengguna Ditargetkan Tembus 30.000 Perusahaan

Upaya transformasi tersebut kembali mendapat pengakuan internasional. BTN memborong lima penghargaan dalam ajang Asian Banking & Finance Awards 2026, yakni Indonesia Domestic Digital Transformation Bank of the Year, Indonesia Domestic Ecosystem Platform Initiative of the Year, Indonesia Domestic Digital MSME Initiative of the Year, Indonesia Domestic Technology & Operations Bank of the Year, serta Ecosystem Initiative of the Year – Indonesia.

Menurut Setiyo, penghargaan tersebut mencerminkan keberhasilan BTN menjalankan transformasi secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi pertumbuhan bisnis, tetapi juga penguatan tata kelola, digitalisasi, manajemen risiko, dan keberlanjutan.

Ia menambahkan, transformasi BTN juga tercermin dari keberhasilan perseroan menjadi bank pertama di Indonesia yang memperoleh MSCI ESG Rating AA. Pencapaian tersebut menunjukkan transformasi BTN tidak hanya menghasilkan kinerja bisnis yang solid, tetapi juga mendapat pengakuan global dalam aspek environmental, social, and governance (ESG).

Sementara itu, Direktur Corporate Banking BTN Helmy Afrisa Nugroho mengatakan perseroan terus mempercepat transformasi bisnis korporasi dan komersial melalui penguatan layanan digital, pengembangan ecosystem-driven business, dan perluasan kolaborasi dengan berbagai sektor strategis.

Baca Juga: Tak Cuma KPR, BTN Kini Serbu Industri dan UMKM di Jawa Barat

Menurut Helmy, BTN ingin menjadi tidak hanya bank spesialis pembiayaan perumahan, tetapi juga mitra keuangan utama bagi seluruh pelaku dalam rantai nilai ekosistem perumahan dan ekonomi nasional. Berbekal basis nasabah yang kuat, BTN terus memperluas layanan, mulai dari pembiayaan, cash management, transaction banking, supply chain financing, hingga layanan digital.

"Kami melihat ekosistem perumahan memiliki multiplier effect yang besar terhadap perekonomian. Karena itu, BTN terus memperkuat kapabilitas bisnis korporasi dan komersial agar mampu mendukung pertumbuhan ekosistem secara lebih terintegrasi dan efisien," ujar Helmy.

Transformasi tersebut turut menopang kinerja perseroan. Hingga Mei 2026, BTN membukukan laba bersih konsolidasi Rp1,85 triliun, naik 54,37% secara tahunan (yoy) dari Rp1,19 triliun dan melampaui pertumbuhan laba industri perbankan yang sebesar 4,96% yoy.

Penyaluran kredit dan pembiayaan konsolidasi tumbuh 9,97% yoy menjadi Rp403,06 triliun, sedangkan dana pihak ketiga (DPK) naik 9,09% yoy menjadi Rp433,95 triliun. Pertumbuhan tersebut juga lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri, dengan kredit tumbuh 8,62% yoy dan DPK 4,29% yoy.

Ke depan, BTN akan melanjutkan transformasi dengan memperkuat bisnis inti perumahan, memperluas layanan berbasis ekosistem, mempercepat digitalisasi dan otomasi, serta menjaga kualitas pertumbuhan melalui manajemen risiko yang prudent. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: