KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menargetkan pertumbuhan bisnis wealth management sebesar 15% secara tahunan pada 2026. Untuk mencapai target tersebut, emiten berkode saham BBTN ini melengkapi lini produk consumer banking sekaligus memperkuat dukungan pembiayaan bagi pelaku usaha, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Wakil Direktur Utama BTN Oni Febriarto Rahardjo mengatakan, perseroan terus berinovasi agar tetap relevan di setiap fase perjalanan finansial nasabah. Tahun ini, BTN melanjutkan diversifikasi produk guna menjawab kebutuhan transaksi, pembiayaan, hingga investasi dalam satu ekosistem layanan. “BTN terus memperluas peran dari bank pembiayaan perumahan menjadi bank dengan layanan yang semakin komprehensif, sehingga nasabah dapat memenuhi kebutuhan transaksi, pembiayaan, hingga investasi dalam satu ekosistem,” ujar Oni dalam keterangannya, Kamis (26/2/2026).
Baca Juga: BTN Akhiri Jabatan Komisaris Dwi Ary Purnomo, Ini Alasannya Direktur Network & Retail Funding BTN Rully Setiawan menambahkan, hingga akhir tahun lalu segmen wealth management BTN mencatatkan pertumbuhan double digit, termasuk dari sisi dana kelolaan atau assets under management (AUM). Sejalan dengan itu, fee based income (FBI) dari bisnis wealth management melonjak 60% secara tahunan. Saat ini, jumlah nasabah wealth management BTN mencapai sekitar 35.000 nasabah secara nasional. “Tahun ini kami targetkan tumbuh sekitar 15%,” kata Rully. Untuk mengejar target tersebut, BTN memperkuat opsi investasi serta mengakselerasi kapabilitas aplikasi Bale sebagai platform transaksi dan investasi terpadu. Melalui aplikasi tersebut, nasabah dapat mengakses layanan transaksi harian, pembiayaan, hingga berbagai instrumen investasi. Ke depan, BTN juga menyiapkan pengembangan fitur baru seperti cicilan emas dan layanan investasi lainnya. Di sisi lain, strategi beyond mortgage turut dipercepat. BTN berencana menghadirkan sejumlah produk consumer banking seperti kartu kredit, buy now pay later (BNPL), serta kredit kendaraan bermotor (KKB) guna melengkapi kebutuhan finansial nasabah secara lebih menyeluruh.
Penguatan bisnis wealth management ini juga berjalan beriringan dengan komitmen BTN mendorong UMKM naik kelas. Melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan kredit modal kerja, BTN membuka peluang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan skala bisnisnya.
Seiring dengan perkembangan usaha dan peningkatan kapasitas finansial, pelaku UMKM dinilai berpotensi bertransformasi menjadi nasabah segmen Prospera, Prioritas hingga Private Banking. Dengan pendekatan tersebut, BTN tidak hanya mengelola dana, tetapi juga mendampingi pertumbuhan nasabah dari fase membangun usaha hingga mengelola kekayaan. “Pendekatan terintegrasi ini menegaskan posisi BTN sebagai mitra finansial jangka panjang yang tidak hanya menyediakan solusi keuangan, tetapi juga mendampingi pertumbuhan nasabah,” ujar Rully. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News