BTS Boikot Grammy Awards 2027, Tolak Kategori Baru Musik Pop Asia



KONTAN.CO.ID - Grup K-pop BTS memutuskan untuk tidak mengajukan karya mereka dalam proses nominasi Grammy Awards ke-69 yang akan digelar pada Februari 2027.

Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk protes terhadap kategori baru Best Asian Pop Music Performance yang diperkenalkan oleh penyelenggara penghargaan.

Baca Juga: Laba Samsung Naik 19 Kali Lipat, Pendapatan Melonjak 130% pada Kuartal II 2026


Mengutip Reuters, Rabu (29/7/2026), ini menjadi kali pertama BTS memilih absen dari proses penghargaan Grammy sejak mulai berpartisipasi dalam ajang tersebut.

Ketujuh anggota grup mengumumkan keputusan itu melalui unggahan di Instagram.

"Kami memutuskan untuk tidak mendaftarkan karya kami ke Grammy tahun ini. Kami berharap musik dapat didengar dan dicintai apa adanya, bukan dibedakan berdasarkan wilayah atau bahasa," tulis BTS dalam pernyataannya.

Sebelumnya, Recording Academy pada 16 Juni mengumumkan pembentukan kategori Best Asian Pop Music Performance yang mencakup karya musik pop dari Korea Selatan, Jepang, China, dan negara-negara Asia lainnya.

Baca Juga: Federasi Dunia Kompak Respons Rencana FIFA, Ada yang Mendukung

Berdasarkan penjelasan di situs resmi Grammy, kategori tersebut dibuat untuk mengapresiasi karya musik pop Asia, termasuk K-pop, J-pop, dan C-pop, yang menggunakan satu atau lebih bahasa Asia secara bermakna.

Menanggapi keputusan BTS, CEO Recording Academy Harvey Mason Jr. mengaku kecewa, tetapi tetap menghormati pilihan grup tersebut.

"Saya sedih mendengar BTS memilih tidak berpartisipasi dalam proses Grammy tahun ini. Namun, sebagai seorang kreator musik, saya memahami dan menghormati keputusan mereka," ujar Mason.

Ia menegaskan, pembentukan kategori Asian Pop bukan bertujuan memisahkan musisi berdasarkan asal wilayah, melainkan memberikan ruang pengakuan yang lebih luas bagi industri musik Asia.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun Kamis (30/7) Pagi, Brent ke US$87,30 & WTI ke US$83,70

Menurut Mason, kategori baru tersebut justru dirancang untuk menyoroti pertumbuhan dan keberagaman musik pop Asia yang semakin berkembang di panggung global.

Ia juga menekankan bahwa pengajuan karya ke kategori Asian Pop tidak menghalangi artis untuk bersaing di kategori utama Grammy, seperti Record of the Year, Album of the Year, maupun Song of the Year.

"Kategori utama tetap terbuka bagi seluruh karya yang memenuhi syarat, tanpa memandang genre. Pengakuan di kategori genre dan kategori utama bukanlah sesuatu yang saling meniadakan. Artis dapat mengikuti keduanya," jelasnya.

Mason menambahkan Recording Academy akan terus mendengarkan masukan dari komunitas musik global dan berupaya memberikan penghargaan kepada seluruh musisi tanpa memandang asal geografis maupun bahasa.

Keputusan BTS muncul beberapa bulan setelah grup tersebut merilis album comeback ARIRANG pada 20 Maret 2026, menyusul selesainya masa wajib militer seluruh anggotanya. Album itu sukses menduduki puncak tangga lagu Billboard 200 selama dua pekan berturut-turut, mencetak rekor baru bagi grup K-pop.

Baca Juga: Seperti KDMP, ​New York Buka Supermarket Milik Pemerintah, Harga Pangan Diskon 30%

Antusiasme penggemar terhadap BTS juga tetap tinggi. Tiket konser mereka di Korea Selatan ludes terjual saat masa prapenjualan pada Januari, sementara rangkaian tur di Amerika Utara dan Eropa juga habis dalam hitungan jam, menurut agensi HYBE.

Pada ajang American Music Awards ke-52 yang digelar Mei lalu, BTS juga meraih penghargaan Artist of the Year, mengungguli sejumlah musisi dunia termasuk Taylor Swift, serta membawa pulang dua penghargaan lainnya.

BTS beranggotakan tujuh personel, yakni RM, Jin, Suga, J-Hope, Jimin, V, dan Jungkook. Grup ini berada di bawah naungan label Big Hit Music, yang merupakan bagian dari HYBE.