Buana Lintas Lautan siap ekspansi ke sektor batubara



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) berencana merambah ke sektor pengangkutan batubara melalui bisnis kapal curah kering. "Ekspansi ke sektor batubara ini akan kami lakukan secepatnya di tahun ini," ungkap Presiden Direktur BULL, Kevin Wong, Kamis (21/6).

Emiten ini sudah mulai menjajaki tender pengangkutan batubara. BULL juga mengincar mitra baru dan mencoba meningkatkan kontrak dari luar negeri setelah bersengketa dengan PT Pertamina beberapa waktu yang lalu.

Menurut Kevin, saat ini Buana Lintas mengandalkan 80% pendapatan dari kontrak perusahaan lain. Sedangkan tahun-tahun sebelumnya, 50% pendapatan perusahaan diperoleh dari Pertamina.


Meski demikian, manajemen BULL tetap optimistis dapat memperoleh pertumbuhan yang baik di tahun ini dengan penambahan mitra baru. Lagipula 17 kapal milik BULL sudah terpakai semua, sehingga manajemen meyakini bisa mencatatkan pertumbuhan kinerja pada tahun ini.

Pada 2017, BULL mencatatkan pendapatan sebesar US$ 65,1 juta atau naik 27,15% dibandingkan pendapatan 2016 yang sebesar US$ 51,2 juta. Laba bersih pada tahun lalu mencapai US$ 11,2 juta atau naik dibandingkan laba 2016 yang sebesar US$ 485.000

BULL siap menggelar rights issue yang ditargetkan dapat menghasilkan pendanaan sekitar Rp 350 miliar. Perusahaan ini akan menggunakan dana hasil rights issue untuk ekspansi.

Salah satu rencana ekspansi yang akan dilakukan perseroan adalah membeli kapal secara langsung maupun pembelian kapal oleh anak usaha. "Kami akan membeli kapal minyak, kapal gas dan kapal batubara," kata Kevin.

Namun, dia belum mau buka-bukaan mengenai jumlah kapal yang akan dibeli. Hanya saja, kemungkinan pembelian kapal tahun ini akan lebih banyak dibandingkan realisasi tahun lalu. Sepanjang 2017, perusahaan ini membeli empat kapal.

BULL memprioritaskan pembelian kapal-kapal bekas yang sudah berumur 10 tahun hingga 15 tahun, sehingga bisa menghasilkan efisiensi hingga 80%. Apabila dana yang diraih dari hasil Penawaran Umum Terbatas (PUT II) itu tak mencukupi untuk membeli kapal, maka BULL akan memenuhinya dengan kombinasi dari kas internal dan pembiayaan pihak ketiga maupun aksi korporasi lain.

Selain untuk ekspansi, nantinya BULL akan menggunakan dana rights issue untuk membayar pemasok dalam rangka kegiatan operasional kapal seperti pemeliharaan kapal, beban umum serta administrasi.

Pada 25 Juni 2018, BULL akan mencatatkan saham rights issue di Bursa Efek Indonesia dengan harga penawaran Rp 140 per saham. PT Danatama Makmur Sekuritas menjadi pembeli siaga dari aksi korporasi ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati