Budi Gadai Indonesia Sebut Porsi Barang Gadai yang Tak Ditebus Nasabah Relatif Kecil



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan pergadaian swasta PT Budi Gadai Indonesia asal Sumatera Utara (Sumut) menyebut porsi barang gadai yang tidak ditebus nasabah relatif kecil. Direktur PT Budi Gadai Indonesia Budiarto Sembiring mengatakan hingga Maret 2026, barang tidak ditebus hanya sebesar 17,12% dari total barang yang digadai.

"Adapun barang gadai yang tidak ditebus dan dijual lebih banyak barang dengan kategori elektronik, seperti laptop hingga gadget," ungkapnya kepada Kontan, Jumat (24/4/2026).

Hingga Maret 2026, Budiarto menambahkan persentase barang yang dijual atau dilelang berada pada persentase yang sama, yaitu sebesar 17,12% dari barang yang digadai. Dia bilang tren barang yang tidak ditebus dan akhirnya dilelang juga relatif sama dibandingkan posisi per Maret 2025.


Baca Juga: BSI Agen Tumbuh Pesat, Transaksi Tembus 8,6 Juta hingga Kuartal I-2026

Lebih lanjut, Budiarto menerangkan barang gadai yang tidak ditebus nasabah memang bisa menjadi sumber keuntungan bagi perusahaan. Namun, barang yang tidak ditebus hanya menjadi sumber keuntungan tambahan, bukan sumber utama.

Mengenai margin keuntungan, Budiarto menjelaskan pada pinjaman awal, margin keuntungan berdasarkan pendapatan bunga dan admin yang diberlakukan oleh perusahaan, yaitu bunga 5% dan 10% untuk elektronik dan 2,4% untuk emas.

Dia menambahkan, kontribusinya ke laba termasuk dalam porsi atau penyumbang terbesar karena salah satu pendapatan utama perusahaan berasal dari bunga di awal pinjaman.

Untuk keuntungan dari lelang, Budiarto mengatakan margin keuntungannya lebih kecil dibanding bunga pinjaman. Sebab, lelang hanya sebagai keuntungan tambahan dengan catatan jika barang yang dijual memberikan keuntungan. Adapun kontribusi barang yang dilelang ke laba diperkirakan hanya sekitar 5% hingga 10%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News