Budi Gadai Optimistis Lanjutkan Ekspansi pada Kuartal IV-2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan pergadaian swasta asal Sumatra Utara (Sumut) PT Budi Gadai Indonesia tetap optimistis melanjutkan ekspansi bisnis pada kuartal IV-2026 di tengah pelemahan nilai tukar rupiah dan ketidakpastian ekonomi global.

Hal ini sejalan dengan proyeksi, perusahaan yang melihat kebutuhan masyarakat terhadap pembiayaan gadai masih menjadi penopang utama pertumbuhan usaha.

Direktur Utama Budi Gadai Indonesia Budiarto Sembiring melihat perekonomian Indonesia pada kuartal IV-2026 masih akan cukup positif, meskipun menghadapi tantangan dari kondisi global dan pelemahan rupiah.


Baca Juga: Asuransi Asei Sebut Penurunan IKK Bisa Ubah Pola Belanja Asuransi Ritel

Namun, dampak kondisi tersebut terhadap bisnis perusahaan dinilai relatif terbatas karena usaha pergadaian lebih banyak didorong oleh kebutuhan pembiayaan masyarakat domestik.

Meski demikian, ia mengatakan tetap akan mencermati perkembangan ekonomi dan menerapkan pengelolaan risiko untuk menjaga kinerja usaha.

“Perusahaan tetap optimistis terhadap pertumbuhan usaha, dengan tetap menerapkan pengelolaan risiko sebaik mungkin,” ujarnya kepada Kontan, Senin (12/10/26).

Di sisi lain, kebijakan belanja pemerintah dinilai dapat membantu mendorong aktivitas ekonomi dan pembangunan. Namun, efektivitasnya akan bergantung pada pelaksanaan anggaran dan ketepatan sasaran program.

Bagi Budi Gadai Indonesia, belanja pemerintah berpotensi menjadi salah satu faktor pendukung perekonomian. Perusahaan berharap berbagai program tersebut dapat berjalan sesuai arah yang ditetapkan, sembari terus mencermati perkembangan kebijakan secara keseluruhan.

Sementara itu, terkait daya beli, ia menilai peluang perbaikan masih terbuka, meskipun kondisinya belum terlalu kuat. Hal ini karena masyarakat masih cenderung selektif dalam menggunakan dan membelanjakan dana sehingga pemulihan konsumsi diperkirakan berlangsung secara bertahap.

Adapun kondisi ekonomi global yang dinamis, mulai dari ketegangan geopolitik hingga perkembangan perdagangan internasional, nilai tukar, harga komoditas, dan suku bunga, masih berpotensi menahan pertumbuhan ekonomi. Meski dampaknya terhadap bisnis Budi Gadai tidak bersifat langsung, perusahaan tetap memantau pengaruh perkembangan global terhadap perekonomian nasional.

Dari sisi domestik, dinamika politik juga menjadi salah satu faktor yang dicermati perusahaan. Ketidakpastian politik yang berlangsung berkepanjangan dinilai dapat memengaruhi aktivitas usaha, terutama melalui perubahan daya beli dan kepercayaan masyarakat.

Meski menghadapi berbagai tantangan tersebut, Budi Gadai Indonesia tetap berencana melanjutkan ekspansi bisnis pada kuartal IV-2026. Ekspansi akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan risiko yang ada.

“Kami tetap optimistis terhadap ekspansi dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan menyesuaikan langkah ekspansi dengan kondisi ekonomi serta perkembangan pasar,” ujarnya.

Rencana bisnis ini dilakukan sejalan dengan kebutuhan masyarakat terhadap pembiayaan gadai yang dilihat masih akan terus ada dan akan menjadi dasar utama dalam melihat peluang bisnis ke depannya.

Baca Juga: Bale by BTN Catat 2,23 Miliar Transaksi hingga September 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News