Budi Gadai Sebut Penurunan Harga Emas Dapat Pengaruhi Layanan Gadai Emas



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas sempat menyentuh di atas Rp 3 juta pada awal tahun ini, tetapi menunjukkan tren penurunan saat ini. Perusahaan pergadaian swasta PT Budi Gadai Indonesia asal Sumatera Utara (Sumut) menilai penurunan harga emas dapat memengaruhi layanan gadai emas perusahaan. 

Direktur PT Budi Gadai Indonesia, Budiarto Sembiring mengatakan penurunan harga emas juga menjadi salah satu faktor yang diperhatikan. Sebab, emas merupakan salah satu agunan utama dalam bisnis pergadaian. 

Dari sisi nilai pinjaman, Budiarto menerangkan ketika harga emas turun, nilai taksiran agunan juga dapat ikut menurun, sehingga plafon pinjaman yang diterima nasabah menjadi lebih kecil. 


"Dengan demikian, kami menilai penurunan harga emas dapat memberikan tekanan terhadap nilai pinjaman per transaksi, tetapi tidak serta-merta menyebabkan penurunan signifikan pada permintaan gadai emas," ujarnya kepada Kontan, Jumat (26/6/2026).

Baca Juga: Gadai Emas di Budi Gadai Indonesia Meningkat 24,1% hingga April 2026

Budiarto mengatakan dampaknya masih dapat dikelola melalui penyesuaian nilai taksiran, manajemen risiko, dan diversifikasi produk pembiayaaan.

Lebih lanjut, Budiarto bilang penurunan harga emas memang berpotensi menurunkan rata-rata pembiayaan per nasabah, karena nilai taksiran agunan ikut menurun. Namun, dia menyampaikan besarnya bergantung pada pergerakan harga emas dan kebijakan penaksiran perusahaan.

Sejauh ini, Budiarto menerangkan perkembangan bisnis gadai emas perusahaan masih menunjukkan tren yang positif. Hingga April 2026, pembiayaan gadai emas masih tumbuh 24,1% secara year to date (ytd). Artinya, dia bilang permintaan masyarakat terhadap layanan gadai emas masih cukup baik. 

Meski dalam beberapa waktu terakhir memang terdapat tekanan akibat koreksi harga emas, serta penyesuaian bunga dan biaya administrasi. 

Baca Juga: Gadai Non Emas Masih Mendominasi Agunan di Budi Gadai

"Akan tetapi, hal tersebut tidak menjadi tren penurunan dan pembiayaan gadai perusahaan. Saat ini, PT Budi gadai Indonesia merasakan pembiayaan nasabah masih relatif stabil," ujarnya.

Hingga akhir tahun ini, Budiarto mengatakan Budi Gadai Indonesia menargetkan pertumbuhan pembiayaan secara keseluruhan sebesar 20%, di mana salah satu penopangnya adalah pembiayaan gadai emas. 

Untuk mencapai target itu, dia menyebut pihaknya akan menerapkan strategi berupa ekspansi cabang baru, fokus pada produk gadai yang permintaannya stabil terutama gadai emas, meningkatkan kualitas layanan dan manajemen risiko, serta menjaga likuiditas agar mampu memenuhi kebutuhan pembiayaan nasabah. 

Baca Juga: Budi Gadai Optimistis Laba Tetap Tumbuh Meski Harga Emas Naik Tak Setinggi Tahun Lalu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News