KONTAN.CO.ID - Warren Buffett bukan sekadar investor ulung, nasihat-nasihatnya sering terasa seperti kitab pedoman bagi mereka yang ingin memupuk kekayaan lintas generasi. Dalam surat pemegang saham Berkshire Hathaway 2022, Buffett kembali menegaskan satu peringatan abadi: hindari spekulasi jangka pendek, dan utamakan strategi investasi yang sehat, sederhana, serta berjangka panjang. Berikut rangkuman inti dari pemikiran Buffett dari situs Investopedia dan bagaimana Anda bisa menerapkannya dalam konteks keuangan keluarga.
Peringatan Utama Buffett: Jangan Terbuai Tren
Buffett memberi tahu bahwa mengejar tren pasar atau mencoba “time the market” (menebak waktu yang tepat) seringkali berujung rugi, bukan keuntungan.) Mengapa? Karena keputusan emosional mendorong investor untuk:- membeli saat pasar sedang melonjak (harga tinggi)
- menjual ketika pasar jatuh (panik)
- terjebak dalam siklus jual-beli yang merusak hasil jangka panjang
Prinsip-prinsip Investasi Buffett untuk Keluarga
Dalam suratnya dan melalui aksinya selama puluhan tahun, Buffett kerap menekankan beberapa prinsip yang bisa diturunkan ke generasi berikutnya. Berikut intinya:- Perspektif Jangka Panjang
- Nilai (Value Investing)
- Diversifikasi Secukupnya
- Hidup di Bawah Kemampuan
- Edukasi Keuangan Keluarga
Membangun Warisan Keuangan Sejati
- Mengedukasi Anak: Ajarkan konsep tabungan, investasi, dan risiko sejak dini. Buffett pernah berkata: “Saya ingin meninggalkan cukup supaya anak-anak bisa melakukan apa saja, tapi tidak terlalu banyak sehingga mereka tidak melakukan apa-apa.”
- Perencanaan Warisan (Estate Planning) : Strukturkan warisan agar anak tidak sekadar menerima uang, tapi punya tanggung jawab dan kebebasan mengatur sendiri.
- Konsistensi & Tinjauan Berkala : Walau strategi jangka panjang, tetap lakukan evaluasi portofolio dan kebijakan agar tetap relevan terhadap perubahan kebutuhan keluarga.
Langkah Praktis yang Bisa Anda Lakukan Sekarang
- Terapkan aturan 90/10 ala Buffett: 90 % pada reksa dana indeks berbasis S&P 500 (atau indeks pasar lain yang sesuai negeri) dan 10 % pada obligasi konservatif, strategi ini ia sarankan sebagai warisan investasi untuk istrinya.
- Sisihkan sebagian penghasilan untuk investasi terlebih dahulu, baru gunakan sisanya untuk biaya hidup.
- Jangan tergoda “tren investasi panas”, jika Anda tidak memahami bisnisnya, lebih baik hindari.
- Ajak anggota keluarga untuk berdiskusi soal keuangan secara berkala agar keputusan tidak hanya di satu tangan.
- Buat dokumentasi perencanaan keuangan dan warisan agar generasi berikut tahu niat dan strategi dari awal.