JAKARTA. PT Kobexindo Tractors Tbk terus berekspansi. Kali ini dengan mendirikan kantor cabang di Palembang dan Surabaya. Emiten dengan kode saham KBOX itu juga akan memindahkan kantor cabang di Samarinda. Untuk membiayai ekspansinya, Kobexindo mengalokasikan belanja modal (capital expenditure) tahun ini sebesar US$ 1,5 juta. Martio, Direktur Keuangan Kobexindo bilang, dari total belanja modal itu, sekitar 80% atau setara dengan US$ 1,2 juta digunakan untuk pembangunan kantor cabang di Surabaya dan Palembang, serta memindahkan kantor cabang di Samarinda. Kobexindo memindahkan lokasi kantor cabang di Samarinda lantaran kantor sebelumnya kurang besar. Di tempat yang baru ini, perusahaan ini akan membangun workshop dan gudang.
Khusus di Palembang, Martio bilang, Kobexindo akan membangun kantor baru. Sementara, di Surabaya, perusahaan itu akan memperbesar kantor cabang. "Pembangunannya kemungkinan akan dimulai tahun ini dan tahun depan. Dengan begitu, capex untuk bangun kantor cabang multiyear," ujar Martio kepada KONTAN, Rabu (12/6).Martio merinci, ekspansi usaha untuk Samarinda diperkirakan menelan dana paling besar yakni sekitar 50% dari alokasi capex. Angka ini setara dengan US$ 6 juta. Sedangkan pembangunan kantor baru di Palembang memiliki porsi dana sekitar 30% (US$ 3,6 juta) dan Surabaya sekitar 15% - 20%. Kobexindo menggunakan sisa dana IPO sekitar US$ 2,7 juta untuk membiayai belanja modal tahun ini. Sekedar mengingatkan, ketika melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), emiten berkode KOBX ini berhasil meraup dana segar sekitar US$ 10 juta. Tahun ini, Kobexindo menargetkan penjualan sebesar US$ 108 juta. Target itu ditopang oleh penjualan alat berat yang diproyeksikan mencapai 983 unit. Catatan saja, di tahun 2012 lalu, Kobexindo membukukan pendapatan bersih sebesar US$ 131,77 juta. Martio mengakui, dari total penjualan perusahaan, sektor alat berat berkontribusi sekitar 82%. Sisanya, sebesar 18%, disumbang dari support atawa service dan sparepart, serta rental. "Laba bersih kami proyeksikan flat, tapi kami akan lakukan yang terbaik. Ke depan pasti akan lebih positif," imbuhnya. Sebagai gambaran saja, pada tahun 2012, Kobexindo membukukan laba bersih sebesar US$ 5,18 juta. Angka ini lebih rendah ketimbang laba bersih tahun 2011 yang sebesar US$ 10,37 juta. mendongkrak penjualan tahun ini, perusahaan itu akan merilis dua produk baru yakni farm tractors dan bulldozer. Direktur Pemasaran Kobexindo, William Jonatan, menuturkan perusahaan telah menandatangani perjanjian distribusi sejak April 2013 untuk menjual produk anyar di tahun ini.
Almuqri Sagitri Putra, Direktur Penjualan dan Pemasaran KOBX menambahkan, di kuartal IV-2013, produk anyar ini sudah datang dan siap dikirim ke pembeli. Namun, karena masih tergolong baru, Kobexindo belum berani menargetkan kontribusi besar dari kedua produk ini. "Mungkin tahun ini kontribusinya masih jauh di bawah 5% dari total penjualan. Tahun depan diharapkan bisa 5%, tapi tergantung kondisi pasar batubara," ungkapnya. Almuqri juga bilang, mulai tahun ini, perusahaan akan mendiversifikasikan penjualan alat beratnya. Selama ini, penjualan alat berat ke sektor tambang masih mendominasi. Nah, ke depan, Kobexindo akan menyeimbangkan penjualan alat berat ke sektor perkebunan dan kehutanan. "Ini merupakan salah satu langkah kita untuk membuat keseimbangan kontribusi dari beberapa sektor," tuturnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News