Buka Musrenbangnas, Jokowi tekankan pemulihan ekonomi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo menekankan fokus pemulihan ekonomi pada tahun 2022.

Hal itu sebagai kelanjutan dari dampak pandemi virus corona (Covid-19) yang terjadi sejak 2020 lalu. Pengendalian Covid-19 juga menjadi fokus sebagai upaya utama dalam memulihkan ekonomi.

"Rencana kerja pemerintah di Tahun 2022, tahun depan ini masih mengusung pemulihan ekonomi dan reformasi struktural," ujar Jokowi saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional tahun 2021 di Istana Negara, Selasa (4/5).


Pada kesempatan tersebut, Jokowi kembali menekankan pentingnya belanja pemerintah. Terutama pada belanja sosial dan padat karya yang dapat mendorong belanja masyarakat.

Baca Juga: Bappenas: RKP 2021 fokus pada pemulihan ekonomi dan sosial pasca pandemi corona

Selain sisi permintaan, dorongan pemulihan industri juga harus dilakukan. Meski begitu, protokol kesehatan di sektor industri harus terus dilakukan agar tak terjadi lonjakan kasus.

"Semua dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. jangan ditawar-tawar mengenai ini," terang Jokowi.

Pada kesempatan itu, Kepala Negara Republik Indonesia juga mengungkapkan telah melakukan reformasi struktural melalui Undang Undang Cipta Kerja. Perencanaan berdasarkan UU sapu jagat tersebut diminta untuk dilakukan oleh seluruh kementerian dan pemerintah daerah.

Selain itu Jokowi juga mendorong agar pertumbuhan ekonomi dapat infklusif. Presiden ketujuh Republik Indonesia itu berharap pemerataan ekonomi di Indonesia dapat tercapai.

"Pertumbuhan ekonomi harus menjadi mesin bagi pemerataan pembangunan dan keadilan ekonomi baik antar daerah maupun antara desa dengan kota," jelasnya.

Pertumbuhan ekonomi didorong untuk menyelesaikan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG's). Selain itu diharapkan pertumbuhan ekonomi dapat menggenjot pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar dapat bersaing dalam pasar global.

Selanjutnya: Fokus pembangunan Jatim 2021 untuk pemulihan ekonomi dan masyarakat pasca korona

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi