KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bukalapak.com Tbk (
BUKA) telah merealisasikan seluruh penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) senilai Rp 21,33 triliun hingga 30 Juni 2026. Dengan demikian, tidak terdapat lagi sisa dana hasil IPO yang belum digunakan perseroan. Berdasarkan laporan realisasi penggunaan dana yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), BUKA membukukan nilai bersih dana IPO sebesar Rp 21,33 triliun. Nilai tersebut diperoleh setelah dikurangi biaya emisi sebesar Rp 574,85 miliar dari total dana yang berhasil dihimpun perseroan sebesar Rp 21,90 triliun.
Sebagian dana hasil IPO tersebut dialokasikan untuk modal kerja BUKA dengan nilai mencapai Rp 5,94 triliun. Selain itu, perusahaan juga menyalurkan dana kepada sejumlah entitas anak guna mendukung operasional dan pengembangan bisnis grup.
Baca Juga: Segmen Gaming Jadi Penopang Kinerja Bukalapak (BUKA) pada Kuartal I-2026 Dana tersebut disalurkan kepada PT Buka Mitra Indonesia sebesar Rp 1,22 triliun, PT Buka Usaha Indonesia sebesar Rp 16,97 miliar, PT Buka Investasi Bersama sebesar Rp 26,20 miliar, serta PT Buka Pengadaan Indonesia senilai Rp 35,61 miliar. Selain itu, BUKA mengalokasikan dana sebesar Rp 42,26 miliar kepada PT Five Jack dan Rp 1,05 miliar kepada Bukalapak Pte. Ltd. Seluruh penggunaan dana tersebut telah direalisasikan sesuai dengan rencana penggunaan dana hasil IPO yang telah ditetapkan sebelumnya.
Tidak hanya untuk modal kerja, BUKA juga menggunakan sekitar Rp 7,90 triliun untuk mendukung pertumbuhan dan pengembangan usaha perseroan beserta entitas anak. Alokasi ini menjadi porsi terbesar dalam pemanfaatan dana hasil penawaran saham perdana. Manajemen BUKA menjelaskan tidak terdapat deviasi antara rencana dan realisasi penggunaan dana. Penggunaan dana juga telah disesuaikan dengan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 31 Maret 2026. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News