KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten teknologi, PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mencatatkan pertumbuhan pendapatan hingga double digit sepanjang semester I-2024. Kendati begitu, rugi bersih emiten teknologi ini masih membengkak. Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis Rabu (31/7), BUKA membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 2,41 triliun per Juni 2024. Raihan ini tumbuh 10,61% secara tahunan atau Year on Year (YoY) dari Rp 2,18 triliun. Adapun pendapatan dari segmen online to offline (O2O) berkontribusi sebesar Rp 1,2 triliun atau tumbuh 16,78% YoY. Selanjutnya, segmen marketplace menyumbang Rp 1,2 triliun, yang naik 6,01% YoY.
Sejalan dengan peningkatan pendapatan tersebut, beban pokok pendapatan BUKA juga ikut meningkat 19,63% secara tahunan menjadi Rp 1,95 triliun. Meski begitu, sejumlah pos beban Bukalapak lainnya mengalami penurunan. Baca Juga: GOTO Berhasil Cetak Pertumbuhan Kinerja, Begini Catatan Analis Misalnya, pos beban penjualan dan pemasaran turun 45,67% YoY menjadi Rp 1,95 triliun. Kemudian beban umum dan administrasi menyusut 26,63% secara tahunan menjadi Rp 175,06 miliar. Pertumbuhan top line BUKA harus tertekan karena rugi nilai investasi yang belum dan sudah terealisasi bersih mencapai Rp 1,32 triliun di semester I-2024. Di periode yang sama pada 2023, pos ini hanya minus Rp 120,82 miliar. Alhasil, rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Bukalapak mencapai Rp 751,9 miliar. Ini lebih buruk dari posisi per Juni 2023, sebesar minus Rp 389,27 miliar.