Bukalapak pasang target cetak cuan di tahun ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bukalapak.com mengatakan bahwa tahun ini pihaknya menargetkan bisa mencapai profit, hal ini mengingat dalam 7 tahun terakhir perusahaan terus berkembang dengan capaian 2 juta pelapak dan 14 juta pelanggan sampai dengan saat ini.

Sejak awal tahun, manajemen memang menargetkan tahun ini akan profit, padahal umumnya e-commerce baru akan profit baru akan profit setelah 10 tahun berjalan. Bayu Syerli, Vice President Marketing Bukalapak mengatakan saat ini sebagai e-commerce lokal performa Bukalapak menjadi yang paling impresif. Apalagi dirinya menegaskan saat ini investor yang menyuntikkan dana di Bukalapak juga merupakan perusahaan lokal, oleh karena itu dirinya mengatakan bahwa perusahaan lokal bisa bersaing dengan perusahaan asing yang membawa modal besar ke pasar Indonesia. Dengan bujet investasi yang tidak terlalu besar, nyatanya saat ini Bukalapak menjadi tiga besar e-commerce yang menguasai pasar Indonesia. Hal ini dilakukan dengan cara-cara efektif dan inovatif, untuk mengimbang strategi marketing kompetitor yang agresif dan didukung dana besar.

Malahan dirinya mengatakan bila targetnya tercapai, maka tahun ini perusahaan akan mendulang cuan setelah 7 tahun berusaha di Indonesia. “Dari sisi finansial saat ini kami sehat, bahkan di awal tahun ini kami canangkan sebagai tahun profitabilitas. Saat ini kami sudah sangat dekat dengan titik profitabilitas tahun ini,” ujarnya kepada KONTAN, Kamis (28/9). Dirinya juga mengaku sudah banyak investor baik asing dan lokal yang siap menyuntikkan dana ke perusahaan, hanya saja dirinya belum mau membeberkan kepada KONTAN.


Yang jelas, sebagai perusahaan yang menerapkan smart spender budget dan asli Indonesia tentu akan menarik bagi investor untuk menginvestasikan dananya namun hal tersebut harus sesuai dengan ekspansi perusahaan dan tidak asal menerima suntikan dana saja. “Kami lihatnya lebih realistis saja, kalau duit banyak tapi kami belum membutuhkan ya buat apa? Menurut kami sih ada growth yang dituju dan dana yang dibutuhkan sekian itu lebih realistik dan efektif. Kami sudah belajar dalam 2-3 tahun ke belakang dan mulai terapkan viral marketing itu lebih efisien dan cepat berikan dampak,” lanjutnya. Dirinya juga tak terlalu khawatir dengan semakin banyaknya pemain baru yang masuk ke pasar Indonesia, hal ini sudah pernah dilalui oleh perusahaan dan bisa survive di tengah sengitnya kompetisi. Oleh karena itu dirinya mengatakan sekali lagi bukan soal investasi besar tetapi lebih kepada strategi dan inovasi siapa yang paling mempengaruhi pelanggan. “Kami investasinya tidak besar saja bisa sebesar sekarang apalagi kalau investasinya besar? Kalau skala investasinya disamakan dengan kompetitor maka Bukalapak berpotensi jadi yang paling besar,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dessy Rosalina