Bukan 10.000 Langkah per Hari, Berikut Jumlah Optimal Saat Olahraga Jalan Kaki



MOMSMONEY.ID - Jalan kaki merupakan olahraga yang murah dan memiliki banyak manfaat. Namun, banyak orang malas melakukannya, mengingat jalan kaki 10.000 langkah per hari untuk mendapat manfaat kesehatan adalah angka yang cukup tinggi. 

Padahal, seperti dilansir medicalnewstoday, manfaat jalan kaki untuk kesehatan sudah bisa didapatkan setelah berjalan 2.500 - 2.700 langkah.

Orang yang berjalan kaki 2.500 langkah per hari bisa menurunkan risiko kematian 8%, sementara kejadian terkait kardiovaskular atau jantung turun 11% setelah berjalan 2.700 langkah per hari.


Untuk melawan penyakit jantung, angka ajaibnya yaitu 7.000 langkah per hari (tepatnya 7.126). Peluang terkena penyakit jantung turun 51%.  Sedangkan dengan 9.000 langkah per hari (tepatnya 8.763), peluang risiko meninggal di usia lebih muda turun sampai 60%. 

Data ini merupakan hasil analisis meta-studi terbaru yang dipublikasikan di Journal of American Cardiology. 

Sebanyak 12 studi dalam meta-studi tersebut melibatkan catatan kesehatan dari 111.309 individu yang menggunakan accelerometer atau fitness trackers

Penulis studi ini juga memberi catatan ada manfaat tambahan ketika berjalan dengan kecepatan menengah hingga tinggi saat berjalan kaki. 

"Ini merupakan studi pertama yang mengukur secara obyektif jumlah langkah minimal dan optimal untuk mendapatkan manfaat kesehatan," tulis peneliti senior Dr. Thijs M.H Eijsvogels.

Dari berbagai sumber, sebelumnya tak ada dasar ilmiah seseorang harus berjalan minimal 10.000 langkah untuk mendapat manfaat kesehatan. Angka acuan 10.000 langkah per hari dipromosikan oleh pengiklan pedometer di tahun 1964.  

Dr Eijsvogels juga mengatakan, menambah setiap langkah setiap harinya bisa memberi manfaat lebih baik. Jadi, menambah 1.000 langkah per hari dari kebiasaan jalan kaki rutinnya perlu juga untuk dipertimbangkan. 

Dr. Amanda Paluch, asisten profesor kinesiologi di Universitas Massachusetts yang tidak terlibat dalam meta-studi ini berpendapat, hasil studi bukan berarti jargon 10.000 langkah per hari menjadi salah atau berbahaya. Hanya saja, sekarang ada acuan angka lebih akurat. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia