Bukan 2 tcf, cadangan Blok Sakakemang direvisi hanya 1 triliun cubic feet



KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Demi mempercepat Plan of Development (PoD) pada Blok Sakakemang, dikabarkan pihak Repsol akan melakukan sertifikasi cadangan secara bertahap.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengatakan, dalam sertifikasi awal, jumlah cadangan yang dimasukkan hanya 1 trilliun cubic feet (tcf) dari potensi cadangan terbukti sekitar 2 tcf.

Baca Juga: Eksplorasi jadi masa depan industri hulu migas Indonesia, komitmen KKKS dinantikan


"Bukan revisi cadangan, tapi mana yang bisa disertifikasi dulu supaya PoD bisa dipercepat," ungkap Dwi ketika ditemui di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Senin (16/9). Masih menurut Dwi, sertifikasi cadangan akan dilakukan lagi nantinya.

Sertifikasi sendiri dilakukan oleh Lemigas. Dwi menyebutkan, dengan produksi yang lebih cepat maka dimungkinkan untuk temuan cadangan tambahan lewat pengeboran-pengeboran yang dilakukan.

Baca Juga: Pertamina gelar delapan proyek EOR untuk menahan laju penurunan produksi

Dwi menambahkan, Repsol berpeluang mengajukan PoD pada tahun ini dengan harapan bisa berproduksi pada 2021 mendatang. Asal tahu saja, Blok Sakakemang merupakan salah satu temuan migas terbesar di dunia selama periode 2018-2019.

Dengan cadangan terbukti gas bumi mencapai sekitar 2 trilliun cubic feet (tcf), temuan Repsol ini juga menjadi yang terbesar di Indonesia selama 18 tahun terakhir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Azis Husaini