Bukan Chatbot Biasa! Meta Uji Asisten AI yang Bisa Bertindak Sendiri



KONTAN.CO.ID - Meta tengah membangun asisten kecerdasan buatan (AI) yang sangat dipersonalisasi untuk membantu menjalankan berbagai tugas sehari-hari bagi miliaran penggunanya, demikian dilaporkan Financial Times pada Selasa (5/5/2026).

Langkah ini muncul ketika perusahaan menghadapi sorotan investor terkait lonjakan belanja Meta untuk pengembangan AI.

Mengutip Reuters, perusahaan media sosial tersebut dikabarkan sedang mengembangkan berbagai perangkat agentic, termasuk asisten digital canggih yang ditenagai model AI terbaru Meta bernama Muse Spark, menurut laporan FT yang mengutip sumber-sumber yang mengetahui rencana tersebut.


Menurut laporan tersebut, asisten AI itu saat ini sedang diuji secara internal oleh sekelompok karyawan. Targetnya adalah mengembangkan produk yang “mirip dengan OpenClaw.

Baca Juga: Trump Bertemu Xi di Beijing, Isu Taiwan Diprediksi Jadi Bom Panas Pekan Depan

OpenClaw, yang dimiliki OpenAI, mampu menghubungkan berbagai perangkat keras dan perangkat lunak, serta belajar dari data yang dihasilkan dengan intervensi manusia jauh lebih sedikit dibanding chatbot biasa.

Meta belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari Reuters.

Induk Facebook dan Instagram itu juga telah menaikkan proyeksi belanja modal tahunan pada akhir bulan lalu, mengindikasikan rencana untuk menggelontorkan miliaran dolar tambahan ke infrastruktur AI. Langkah ini dilakukan di tengah potensi kerugian akibat munculnya reaksi negatif global dari kalangan anak muda terhadap media sosial.

Tonton: Mobil Listrik Mau Dapat Insentif Lagi Harga Bisa Turun

Tabel Relevan Terkait Meta

Poin Utama Detail
Perusahaan Meta (Facebook & Instagram)
Produk yang dikembangkan Asisten AI “agentic” yang sangat personal
Fungsi utama Menjalankan tugas sehari-hari pengguna secara otomatis
Teknologi utama Model AI baru Meta: Muse Spark
Status proyek Masih diuji internal oleh staf Meta
Target produk Mirip “OpenClaw” (produk milik OpenAI)
Keunggulan OpenClaw (acuan) Bisa menghubungkan hardware/software & belajar dari data dengan minim intervensi manusia
Konteks bisnis Meta menghadapi sorotan investor karena belanja AI meningkat
Sinyal belanja AI Meta menaikkan proyeksi belanja modal tahunan
Risiko tambahan Potensi tekanan bisnis akibat “backlash” anak muda terhadap media sosial