Bukan Cuma karena Makan Manis, Ini Penyebab Diabetes Tipe 1



KONTAN.CO.ID - Diabetes tipe 1 merupakan penyakit yang menyebabkan tubuh tidak mampu mengatur kadar gula darah secara normal akibat kekurangan hormon insulin. Kondisi ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel beta di pankreas yang bertugas memproduksi insulin.

Penyakit ini sering ditemukan pada anak-anak dan dewasa muda. Namun, diabetes tipe 1 sebenarnya dapat muncul pada segala usia. Berbeda dengan diabetes tipe 2, kondisi ini bukan semata-mata disebabkan oleh pola makan tinggi gula atau kebiasaan hidup yang kurang sehat.

Ketika tubuh tidak memiliki cukup insulin, glukosa dari makanan tidak dapat masuk ke dalam sel untuk digunakan sebagai energi. Akibatnya, gula menumpuk di aliran darah dan dapat menyebabkan kerusakan organ apabila tidak ditangani.


Lantas, apa penyebab diabetes tipe 1 dan bagaimana cara mengenali gejalanya?

Apa Penyebab Diabetes Tipe 1?

Melansir dari laman Kemkes, penyebab utama diabetes tipe 1 adalah reaksi autoimun, yaitu kondisi ketika sistem kekebalan tubuh keliru menyerang sel tubuh sendiri. Dalam hal ini, sistem imun menyerang sel beta pankreas yang bertugas menghasilkan hormon insulin.

Normalnya, ketika seseorang mengonsumsi makanan, tubuh akan memecah karbohidrat menjadi glukosa. Glukosa kemudian diserap ke dalam aliran darah sehingga kadar gula darah meningkat.

Peningkatan tersebut merangsang sel beta pankreas untuk memproduksi insulin. Hormon ini membantu glukosa berpindah dari aliran darah ke dalam sel tubuh agar dapat digunakan sebagai sumber energi dan mendukung fungsi organ.

Namun, pada penderita diabetes tipe 1, serangan sistem kekebalan tubuh menyebabkan sel beta mengalami kerusakan. Akibatnya, produksi insulin menjadi sangat sedikit atau bahkan berhenti.

Tanpa insulin yang cukup, glukosa tidak dapat dimanfaatkan secara optimal oleh sel dan akhirnya menumpuk di dalam darah. Kondisi inilah yang menyebabkan kadar gula darah meningkat.

Hingga saat ini, penyebab pasti mengapa sistem kekebalan tubuh menyerang sel beta pankreas belum sepenuhnya diketahui. Namun, diabetes tipe 1 merupakan kondisi autoimun dan bukan penyakit yang muncul hanya karena seseorang terlalu banyak mengonsumsi makanan manis.

Gejala Diabetes Tipe 1 yang Perlu Diwaspadai

Gejala diabetes tipe 1 dapat muncul ketika tubuh mulai kekurangan insulin dan kadar gula darah meningkat. Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:

1. Sering Buang Air Kecil

Kadar gula darah yang tinggi membuat ginjal bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan glukosa melalui urine. Akibatnya, penderita diabetes tipe 1 dapat lebih sering buang air kecil, termasuk pada malam hari.

2. Sering Merasa Haus

Frekuensi buang air kecil yang meningkat membuat tubuh kehilangan lebih banyak cairan. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa haus berlebihan sehingga penderita lebih sering minum daripada biasanya.

3. Mudah Merasa Lapar

Meski kadar gula darah tinggi, tubuh tidak dapat menggunakan glukosa secara optimal sebagai sumber energi karena kekurangan insulin. Akibatnya, penderita dapat merasa lapar terus-menerus meskipun sudah makan.

4. Berat Badan Menurun Tanpa Sebab Jelas

Ketika glukosa tidak dapat digunakan sebagai energi, tubuh mulai memecah cadangan lemak dan otot untuk memenuhi kebutuhan energi. Proses tersebut dapat menyebabkan berat badan turun meskipun nafsu makan meningkat.

5. Mudah Lelah

Kekurangan energi yang dapat digunakan oleh sel tubuh membuat penderita diabetes tipe 1 lebih mudah merasa lelah dan lemas. Aktivitas sehari-hari pun dapat terasa lebih berat.

6. Penglihatan Kabur

Kadar gula darah yang tinggi dapat memengaruhi cairan pada jaringan mata sehingga penglihatan menjadi kabur. Keluhan ini dapat berubah seiring perubahan kadar gula darah.

Jika mengalami beberapa gejala tersebut, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk menjalani pemeriksaan. Diabetes tipe 1 membutuhkan penanganan medis karena kekurangan insulin dapat berkembang menjadi kondisi serius.

Baca Juga: Apakah Diabetes Bisa Sembuh Total? Ini Fakta yang Perlu Anda Ketahui

Bagaimana Cara Mendiagnosis Diabetes Tipe 1?

Diagnosis diabetes tipe 1 dilakukan melalui pemeriksaan darah untuk mengetahui kadar glukosa. Dokter dapat mempertimbangkan beberapa jenis pemeriksaan, antara lain:

  • Tes gula darah puasa: Mengukur kadar glukosa setelah seseorang tidak mengonsumsi makanan atau minuman berkalori selama periode puasa. Hasil 126 mg/dL atau lebih tinggi pada dua kali pemeriksaan dapat menunjukkan diabetes.
  • Tes HbA1C: Mengukur rata-rata kadar gula darah selama sekitar 2–3 bulan terakhir. Hasil 6,5% atau lebih tinggi dapat memenuhi kriteria diagnosis diabetes.
Hasil pemeriksaan tersebut perlu dinilai oleh dokter bersama kondisi klinis pasien. Untuk memastikan jenis diabetes, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan tambahan, seperti tes autoantibodi dan C-peptide, sesuai kebutuhan.

Komplikasi Diabetes Tipe 1 Jika Tidak Dikendalikan

Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat merusak pembuluh darah dan jaringan tubuh. Jika tidak dikendalikan dengan baik, diabetes tipe 1 dapat meningkatkan risiko berbagai komplikasi, seperti:

  • Gangguan mata: Kerusakan pembuluh darah pada mata dapat mengganggu penglihatan dan meningkatkan risiko kebutaan.
  • Penyakit ginjal: Kadar gula darah tinggi dapat merusak pembuluh darah kecil di ginjal sehingga fungsi penyaringan darah terganggu.
  • Kerusakan saraf: Penderita dapat mengalami kesemutan, mati rasa, atau nyeri pada bagian tubuh tertentu.
  • Masalah pencernaan: Kerusakan saraf dapat memengaruhi fungsi saluran pencernaan.
  • Masalah seksual: Diabetes dapat mengganggu fungsi seksual akibat kerusakan pembuluh darah dan saraf.
  • Gangguan gigi dan gusi: Kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan mulut.
  • Masalah kulit dan kaki: Penderita lebih rentan mengalami infeksi serta luka yang sulit sembuh.
  • Penyakit jantung dan pembuluh darah: Diabetes meningkatkan risiko gangguan kardiovaskular.
Pengendalian gula darah dan tekanan darah menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko komplikasi tersebut. Pemeriksaan kesehatan secara berkala juga diperlukan agar gangguan pada organ tubuh dapat diketahui lebih awal.

Bagaimana Cara Mengobati Diabetes Tipe 1?

Insulin merupakan pengobatan utama bagi penderita diabetes tipe 1 karena tubuh tidak lagi mampu memproduksi hormon tersebut dalam jumlah yang cukup. Pemberian insulin bertujuan membantu glukosa masuk ke dalam sel dan menjaga kadar gula darah tetap terkendali.

Selain menggunakan insulin, penderita perlu memantau kadar gula darah secara rutin. Pemeriksaan HbA1C juga dapat dilakukan secara berkala, umumnya setiap 3 bulan atau sesuai rekomendasi dokter, untuk mengevaluasi pengendalian gula darah.

Beberapa langkah lain yang perlu dilakukan meliputi:

  • Menjalani pemeriksaan rutin ke dokter.
  • Memantau kadar gula darah sesuai jadwal.
  • Mengatur pola makan agar asupan karbohidrat sesuai kebutuhan insulin.
  • Melakukan aktivitas fisik secara teratur.
  • Memeriksa kesehatan mata dan gigi secara berkala.
  • Memperhatikan kondisi kaki untuk mencegah luka dan infeksi.
Penderita diabetes tipe 1 juga perlu berkonsultasi dengan dokter mengenai dosis insulin dan penyesuaiannya terhadap makanan maupun aktivitas fisik. Pengobatan tidak boleh dihentikan atau diubah tanpa arahan tenaga medis.

Diabetes tipe 1 disebabkan oleh reaksi autoimun yang merusak sel beta pankreas penghasil insulin. Akibatnya, tubuh kekurangan insulin sehingga glukosa tidak dapat digunakan secara optimal dan menumpuk di dalam darah.

Kondisi ini dapat dialami anak-anak maupun orang dewasa dan membutuhkan penanganan jangka panjang. Meskipun belum dapat disembuhkan sepenuhnya, diabetes tipe 1 dapat dikendalikan melalui terapi insulin, pemantauan gula darah, serta pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Jika mengalami gejala seperti sering buang air kecil, haus berlebihan, mudah lapar, dan berat badan turun tanpa sebab jelas, segera periksakan diri ke dokter. Deteksi dan penanganan sedini mungkin penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News