Bukan Cuma Minyak, Pertamina Hulu Rokan Kini Pasok Gas untuk CNG hingga 2 MMscfd



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) memperluas fokus kegiatan operasinya dengan mengoptimalkan potensi energi gas bumi di wilayah kerja migas. 

Selain menjaga produksi minyak mentah, anak usaha Subholding Upstream Pertamina ini giat melakukan pemboran sumber gas untuk mendukung penyediaan energi yang lebih bersih bagi masyarakat luas.

Direktur Utama PHR, Muhammad Arifin menjelaskan, strategi pengembangan portofolio bisnis perusahaan kini semakin berimbang antara minyak dan gas bumi. 


Baca Juga: Harga Cocoa Butter Mahal, Industri Makanan Kini Andalkan Turunan Sawit

Menurutnya, pemanfaatan potensi gas bumi menjadi langkah penting  dalam mendukung transisi energi sekaligus memenuhi kebutuhan pasar komersial yang terus tumbuh di berbagai daerah.

"Kalau kita bicara Rokan, saat dulu itu fokusnya di minyak, dan sekarang bukan hanya minyak tetapi energi gas ya yang lebih bersih itu kita bor," ujarnya dalam acara Media Gathering PHR, di Sentul, Jawa Barat, Rabu (29/7/2026).

Arifin mengungkapkan, potensi gas berskala kecil atau stranded gas yang berada di wilayah operasi Sumatra seperti Palembang dan Jambi kini mencatatkan tingkat permintaan yang sangat tinggi. 

Dia bilang, ceruk pasar sebesar 1 hingga 2 million standard cubic feet per day (MMscfd) tersebut diminati oleh para pelaku usaha energi skala menengah.

"Kalau di Palembang kalau di Jambi itu banyak sekali stranding-stranding gas yang sudah kita bor dan banyak yang minat gitu ya 1-2 mm itu banyak yang minat. Biasanya kalau yang kecil-kecil itu dipakai untuk CNG-CNG (Compressed Natural Gas), untuk resto-resto yang di pinggiran kota. Itu cukup banyak memakai gas kita," ungkapnya.

Lebih lanjut, Arifin menambahkan, pihaknya pun berkomitmen untuk menjaga keandalan pasokan gas tersebut guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara menyeluruh. "Jadi insyaallah kita terus align dengan apa yang menjadi program pemerintah," pungkasnya.

Baca Juga: El Nino Berpotensi Pangkas Produksi Kakao Hingga 5%, Indonesia Masih Bergantung Impor

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News