Bukan Cuma Pasar, Kemenkes Sebut Indonesia Siap Jadi Mitra Inovasi Kesehatan
Kamis, 30 Juli 2026 12:41 WIB
Oleh: Lidya Yuniartha | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan posisi Indonesia yang siap menjadi mitra para investor untuk melakukan inovasi di bidang kesehatan. Inovasi tersebut mulai dari bidang kesehatan digital hingga pengembangan talenta kesehatan. “Indonesia siap berkolaborasi. Tidak hanya sebagai pasar, tetapi sebagai mitra dalam inovasi. Kami siap menyambut baik kolaborasi yang lebih besar dalam kesehatan digital, kecerdasan buatan, kedokteran presisi, genomik, interoperabilitas data kesehatan, teknologi medis, riset dan pengembangan, serta pengembangan talenta kesehatan,” ujar Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, Rizka Andalusia dalam Novo Holdings Indonesia Partnering Day 2026, Rabu (29/7). Rizka mengatakan, kolaborasi ini dibutuhkan lantaran transformasi di bidang kesehatan tak hanya dicapai oleh pemerintah, tetapi juga investor yang visioner, perusahaan inovatif dan mitra terpercaya.
Rizka mengatakan, Indonesia masih memiliki ruang pertumbuhan yang sangat besar dalam hal kesehatan. Ini melihat belanja kesehatan per kapita Indonesia baru sekitar US$ 140, lebih rendah dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Sementara, belanja kesehatan Indonesia sudah mencapai Rp 614 triliun di 2023 atau setara 2,9% dari PDB. Dia juga mengatakan Kemenkes tengah membangun ekosistem kesehatan digital nasional yang mengintegrasikan data dan layanan di seluruh sistem kesehatan, mulai dari fasilitas pelayanan primer hingga rumah sakit, laboratorium, klinik, dan lembaga kesehatan masyarakat. Kemenkes juga aktif mengeksplorasi penggunaan teknologi canggih seperti kecerdasan buatan, robotik kesehatan, dan juga teknologi genomik. “Teknologi-teknologi ini tidak ditujukan untuk menggantikan tenaga kesehatan, melainkan untuk memperkuat peran mereka agar dapat memberikan layanan yang lebih cepat, akurat, dan efektif,” katanya. Baca Juga: INA Naik Peringkat di Asia, Tata Kelola Jadi Modal Tarik Investasi Global Dia menjelaskan, kecerdasan buatan dapat mendukung sistem pencitraan medis, meningkatkan deteksi penyakit, memperkuat pengambilan keputusan klinis, dan mengoptimalkan manajemen sistem kesehatan. Pada saat yang sama, robotik kesehatan dapat membantu mengatasi ketimpangan ketersediaan dokter spesialis serta memungkinkan layanan medis yang lebih presisi, minim invasif, dan berbasis data. Lebih lanjut Rizka juga menyebut bahwa Kemenkes berkomitmen untuk memperkuat tata kelola kesehatan digital dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, inklusivitas, interoperabilitas, keamanan data, dan perlindungan etis. Reformasi ini menciptakan peluang besar bagi para investor. Indonesia juga telah berinvestasi secara masif untuk memperkuat inovasi dalam negeri dan kapasitas manufaktur guna membangun ketahanan kesehatan jangka panjang. MIsalnya, produsen vaksin domestik yang berkembang sejak Covid-19 hingga meningkatnya jumlah antigen dalam program imunisasi nasional yang diproduksi secara lokal. “Kemajuan ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam membangun ekosistem life science berbasis inovasi, sekaligus membuka peluang kemitraan baru dalam pengembangan vaksin, produk biologis canggih, dan manufaktur biologis,” ujarnya. Sementara itu, Amit Kakar, Managing Partner & Head of Asia, Novo Holdings mengatakan, dengan besarnya populasi Indonesia, dibutuhkan inovasi yang kuat dalam layanan kesehatan, yang juga bisa diakses dan terjangkau. Dia turut mengapresiasi langkah reformasi kesehatan yang telah dilakukan, termasuk tingginya adopsi teknologi masyarakat Indonesia.
Dia pun menyoroti tingginya adopsi digital di Indonesia, terlihat dari berbagai platform teknologi yang tumbuh dan digunakan masyarakat hingga kini. “Ini menunjukkan orang-orang di negara ini telah mengadopsi teknologi digital dengan mudah dan terus menggunakannya,” ujar Amit. Amit juga menyebut bahwa Indonesia merupakan salah satu pasar layanan kesehatan terpenting di Asia Tenggara. Besarnya skala pasar, meningkatnya permintaan terhadap layanan kesehatan yang berkualitas, serta pesatnya asopsi solusi kesehatan digital menjadikan negara ini sebagai peluang bagi investor jangka panjang dan perusahaan di bidang kesehatan. Sebagai perusahaan induk sekaligus perusahaan investasi yang bertanggung jawab atas pengelolaan aset dan kekayaan Novo Nordisk Foundation, Novo Holdings berinvestasi dengan fokus pada penciptaan nilai jangka panjang serta dampak positif bagi kesehatan manusia dan planet. Di Indonesia, Novo Holdings telah berinvetasi di Halodoc sejak 2021.