KONTAN.CO.ID - Penunjukan Sri Mulyani Indrawati sebagai
Independent Co-Chair International Development Association Replenishment 22 (IDA22) kembali mengangkat nama Indonesia di panggung lembaga keuangan internasional. Mantan Menteri Keuangan RI itu bukan satu-satunya tokoh Indonesia yang pernah dipercaya menduduki jabatan strategis di organisasi multilateral. Sejumlah pejabat, ekonom, hingga mantan menteri asal Indonesia juga mendapat kepercayaan untuk mengisi posisi penting di Bank Dunia (
World Bank), Dana Moneter Internasional (IMF), dan
Asian Development Bank (ADB).
Masing-masing berperan dalam menyusun kebijakan pembangunan, mengawasi operasional lembaga, hingga menentukan arah pendanaan bagi negara-negara berkembang. Berikut deretan tokoh Indonesia yang pernah maupun masih menjabat di lembaga keuangan internasional.
Baca Juga: World Bank Pekerjakan Lagi Sri Mulyani di IDA22, Ini Tugasnya 1. Sri Mulyani Indrawati
Sri Mulyani menjadi salah satu tokoh Indonesia dengan pengalaman paling lengkap di lembaga keuangan global. Ia pernah menjabat sebagai
Executive Director IMF pada 2002-2004, mewakili kelompok negara Asia Tenggara dalam Dewan Eksekutif IMF. Setelah itu, Sri Mulyani bergabung dengan Bank Dunia sebagai
Managing Director dan
Chief Operating Officer (COO) pada periode 2010-2016. Sebagai COO Bank Dunia, ia bertanggung jawab mengawasi operasional lembaga di seluruh dunia, menyusun strategi pembangunan bersama negara-negara anggota, mengarahkan kebijakan
International Development Association (IDA), serta mewakili Bank Dunia dalam berbagai forum internasional, termasuk G20. Kini, Sri Mulyani kembali dipercaya Bank Dunia sebagai
Independent Co-Chair IDA22. Dalam peran tersebut, ia akan memimpin proses penggalangan komitmen pendanaan dari negara donor dan negara peminjam untuk mendukung pembiayaan bagi 78 negara berpenghasilan rendah hingga 2031.
Baca Juga: Daftar Negara dengan Produksi Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Peringkat Kelima 2. Mari Elka Pangestu
Mantan Menteri Perdagangan dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini menjabat sebagai
Managing Director for Development Policy and Partnerships pada 2020-2023. Dalam posisi tersebut, Mari Pangestu memimpin kelompok kebijakan pembangunan dan kemitraan Bank Dunia. Mengutip catatan resmi Bank Dunia, ia mengawasi unit riset
Development Economics (DEC), mengoordinasikan berbagai kelompok praktik global (
Global Practices), serta memperkuat hubungan Bank Dunia dengan pemerintah, organisasi internasional, sektor swasta, dan mitra pembangunan.
Baca Juga: Daftar Negara dengan Utang Pemerintah Terbesar 2026: AS Nomor 1, Indonesia Ke-19 3. Wempi Saputra
Sejak November 2022, Wempi Saputra menjabat sebagai
Executive Director di Grup Bank Dunia. Ia mewakili konstituensi Asia Tenggara yang terdiri atas Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Laos, Myanmar, Nepal, Fiji, dan Tonga. Sebagai anggota Dewan Direksi Bank Dunia, Wempi berperan dalam mengawasi operasional lembaga, membahas kebijakan strategis, serta menyetujui pembiayaan berbagai proyek pembangunan. Peran lain yang tak kalah penting adalah menyampaikan aspirasi negara-negara yang berada dalam konstituensinya.
Baca Juga: Daftar Negara ASEAN Berdasarkan Pendapatan versi Bank Dunia, Posisi Indonesia? 4. Bambang P.S. Brodjonegoro
Mantan Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Kepala Bappenas ini dipercaya memimpin
Asian Development Bank Institute (ADBI) di Tokyo sebagai
Dean and CEO sejak 2023. ADBI merupakan lembaga riset dan pengembangan kebijakan milik ADB yang berfokus pada isu pembangunan di Asia dan Pasifik. Sebagai
Dean dan CEO, Bambang memimpin agenda riset, pelatihan, serta pengembangan kapasitas yang menjadi dasar penyusunan rekomendasi kebijakan ekonomi dan pembangunan bagi negara-negara berkembang di kawasan.
Baca Juga: Gaji Guru Singapura Naik 9%, Bandingkan dengan Gaji Guru PNS & PPPK Indonesia 5. Arif Baharudin
Arif Baharudin menjabat sebagai
Director yang mewakili Indonesia di Dewan Eksekutif
Asian Development Bank. Sejak ditunjuk pada tahun 2024, Arif terlibat dalam membahas dan menyetujui kebijakan strategis ADB, termasuk proyek pembiayaan pembangunan, arah investasi, serta kebijakan kelembagaan yang berdampak pada negara-negara anggota. Bagi Indonesia, posisi tersebut menjadi saluran penting untuk menyampaikan pandangan dalam proses pengambilan keputusan di ADB.
Baca Juga: Kalahkan Indonesia, Negeri Jiran Ini Segera Jadi Negara Maju Menurut Bank Dunia 6. Idwan Hakim
Di IMF, Idwan Hakim menjabat sebagai
Executive Director yang mewakili Indonesia bersama sejumlah negara di kawasan Asia Pasifik. Sebagai anggota Dewan Eksekutif IMF sejak 2024, ia berperan dalam menetapkan berbagai kebijakan yang berkaitan dengan stabilitas sistem moneter internasional. Ia juga melakukan tugas pengawasan ekonomi global, hingga persetujuan program pembiayaan bagi negara-negara anggota.
Baca Juga: Analis Singapura: Mundurnya Perry Warjiyo Berpotensi Guncang Kepercayaan Investor