Bukan HP Gratis, Hashim: Pemerintah Siapkan Rekening Bank Gratis untuk Masyarakat



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Sujono Djohohadikusumo meluruskan informasi mengenai rencana pemberian fasilitas gratis kepada masyarakat. 

Dia menegaskan, keputusan yang telah dibahas dalam rapat terbatas (ratas) pemerintah adalah pemberian rekening bank gratis bagi warga yang berusia 17 tahun, bukan telepon seluler (HP) gratis.

Hashim mengatakan, dirinya turut mengikuti rapat terbatas (ratas) pemerintah yang membahas kebijakan tersebut. Oleh karena itu, dia meminta masyarakat untuk tidak keliru dalam memahami kebijakan tersebut.


Baca Juga: Diskon Sanksi Pajak Belum Tentu Menggugah Peserta Tax Amesty, Ini Sebabnya

"Sudah diputuskan bahwa setiap warga di umur 17 tahun akan diberikan rekening bank gratis. Bukan HP gratis," kata Hashim dalam Pembukaan Rapimnas Kadin 2026, Kamis (29/10/2026).

Lebih lanjut, Hashim menjelaskan bahwa penyediaan rekening bank gratis tersebut diharapkan dapat mendukung rencana pemerintah menyalurkan bantuan sosial secara langsung kepada masyarakat yang berhak menerima.

Menurut dia, ke depan, bantuan sosial (bansos), bantuan langsung tunai (BLT), serta bantuan lainnya dari pemerintah pusat direncanakan disalurkan langsung ke rekening bank digital setiap warga di Indonesia.

"Ini adalah kesempatan dan harapan kita. Bahwa nanti setiap bantuan sosial, bansos atau BLT atau apa yang dari pemerintah pusat nanti akan langsung ke rekening bank digital setiap warga di Indonesia," tutur Hashim.

Baca Juga: Peserta Tax Amnesty Dapat Pengurangan Sanksi Pajak, Cek Syaratnya

Dia menilai mekanisme penyaluran tersebut dapat membantu memastikan bantuan pemerintah diterima oleh masyarakat yang membutuhkan. 

Dengan penyaluran langsung melalui rekening, dana bantuan diharapkan tidak jatuh ke tangan pihak yang tidak berhak.

Hashim juga menilai rencana tersebut berpotensi memberikan stimulus bagi perekonomian daerah. Pasalnya, bantuan yang diterima langsung oleh masyarakat dapat meningkatkan kemampuan belanja rumah tangga dan mendorong daya beli.

"Bansos ini akan langsung tepat sasaran dan akan sampai ke rakyat yang perlu," katanya.

Hashim optimistis peningkatan daya beli masyarakat dapat mendukung prospek perekonomian nasional. Selain itu, dia berharap kemampuan pemerintah dalam menciptakan dan menjalankan berbagai proyek dapat semakin meningkat.

"Untuk kita dunia usaha, masa depan terang. Masa depan Indonesia bukan gelap, Indonesia tidak gelap, Indonesia terang," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News