KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tantangan pembiayaan di Indonesia saat ini bukan semata ketersediaan dana. Melainkan bagaimana pembiayaan dapat menjangkau sektor riil dan UMKM secara tepat, terjangkau, dan berkelanjutan. Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), Entjik S. Djafar memaparkan, kesenjangan pendanaan masih menjadi tantangan besar pembangunan ekonomi nasional. Menurutnya, persoalan pendanaan tidak hanya soal ketersediaan dana, tetapi juga akses dan literasi keuangan masyarakat. “Pinjaman daring (pindar) tidak lagi sekadar menjadi alternatif pendanaan, tetapi berkembang menjadi bagian penting dari infrastruktur keuangan nasional, khususnya untuk menjangkau segmen underserved dan unbankable,” ujar Entjik, dalam keterangan resmi, Jumat (30/1).
Bukan Kekurangan Dana, Akses Menjadi Tantangan Pembiayaan ke Sektor UMKM
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tantangan pembiayaan di Indonesia saat ini bukan semata ketersediaan dana. Melainkan bagaimana pembiayaan dapat menjangkau sektor riil dan UMKM secara tepat, terjangkau, dan berkelanjutan. Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), Entjik S. Djafar memaparkan, kesenjangan pendanaan masih menjadi tantangan besar pembangunan ekonomi nasional. Menurutnya, persoalan pendanaan tidak hanya soal ketersediaan dana, tetapi juga akses dan literasi keuangan masyarakat. “Pinjaman daring (pindar) tidak lagi sekadar menjadi alternatif pendanaan, tetapi berkembang menjadi bagian penting dari infrastruktur keuangan nasional, khususnya untuk menjangkau segmen underserved dan unbankable,” ujar Entjik, dalam keterangan resmi, Jumat (30/1).