Bukan Ronaldo atau Messi, Pesepak Bola Terkaya Ini Tanpa Klub di Usia 28 Tahun
Selasa, 15 September 2026 11:28 WIB
Oleh: Prihastomo Wahyu Widodo | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Karier sepak bola Faiq Bolkiah kini berada dalam tanda tanya. Mantan pemain akademi Chelsea tersebut belum memiliki klub baru setelah kontraknya bersama Ratchaburi berakhir. Di usia 28 tahun, Faiq Bolkiah sebenarnya masih berada pada usia yang memungkinkan seorang pesepak bola melanjutkan karier profesional. Sebenarnya, kehilangan klub bukan persoalan besar bagi Faiq dalam urusan finansial. Ia dikenal sebagai pesepak bola terkaya di dunia karena berasal dari keluarga kerajaan Brunei yang memiliki kekayaan luar biasa.
Faiq Bolkiah merupakan keponakan Sultan Brunei, Hassanal Bolkiah. Ia merupakan putra Pangeran Jefri Bolkiah, adik dari Sultan Hassanal Bolkiah. Sang sultan yang juga menjabat sebagai kepala negara dan pemerintahan Brunei diperkirakan memiliki kekayaan sekitar US$30 miliar atau sekitar Rp530,4 triliun. Mengutip laporan Diario AS, nilai tersebut berasal terutama dari cadangan minyak Brunei. Dengan kurs US$1 setara Rp17.680, kekayaan US$30 miliar tersebut setara sekitar Rp530,4 triliun. Keluarga kerajaan Brunei tersebut diyakini mempunyai lebih dari 7.000 kendaraan, serta Boeing 747 berlapis emas yang nilainya diperkirakan mencapai US$620 juta atau sekitar Rp10,96 triliun. Karena latar belakang keluarganya, kondisi Faiq yang kini tidak memiliki klub tentu berbeda dengan kebanyakan pesepak bola profesional. Baca Juga: Messi & Ronaldo Berpotensi Main di Laga Perpisahan Tevez, Jadi Lawan atau Kawan?
Pernah Menimba Ilmu di Akademi Southampton, Chelsea dan Leicester
Lahir di Los Angeles, Amerika Serikat, Faiq memiliki kesempatan untuk memperkuat tim nasional Amerika Serikat. Ia bahkan sempat dipantau oleh tim-tim junior negara tersebut. Namun, Faiq kemudian memilih membela Brunei. Ia mencatat enam penampilan untuk tim nasional Brunei pada periode 2016 hingga 2018, bahkan sebelum menjalani debut di level senior bersama klub. Di level junior, Faiq memulai perjalanan sepak bolanya bersama klub semi-profesional A.F.C. Newbury di Inggris. Setelah itu, ia menghabiskan sekitar 11 tahun di akademi sejumlah klub Inggris. Faiq berada di akademi Southampton pada 2009-2013, kemudian Chelsea pada 2014-2016 dan Leicester City pada 2016-2020. Ia juga sempat menjalani trial bersama Arsenal, tetapi tidak berhasil mendapatkan tempat di akademi klub tersebut. Menurut data National Football Teams, Faiq mencatat 6 pertandingan FIFA dan 1 gol bersama tim nasional Brunei. Penampilannya terjadi pada 2016 dan 2018. Baca Juga: Daftar 10 Pesepak Bola Terkaya Sepanjang Masa: Ronaldo Ungguli Messi
Karier Tidak Berjalan Mulus
Meski memiliki kesempatan berlatih di sejumlah akademi besar Inggris, Faiq tidak pernah mencatatkan penampilan senior untuk klub Inggris. Mantan pemain akademi Chelsea, Ruben Sammut, pernah menggambarkan Faiq sebagai sosok yang rendah hati dan benar-benar mencintai sepak bola dalam wawancaranya dengan The Athletic. “Dia adalah pria yang rendah hati dan hanya mencintai sepak bola,” ujar Sammut, seperti dikutip Diario AS. Setelah meninggalkan Inggris, Faiq mencoba peruntungan di Portugal. Ia bergabung dengan klub kasta tertinggi Portugal, Marítimo, pada 2020 dan 2021.
Peluang bermain secara reguler baru datang ketika Faiq pindah ke Thailand pada Desember 2021. Ia kemudian mendapat kesempatan bermain bersama Chonburi dan Ratchaburi. Sepanjang periode tersebut, Faiq mencatat lebih dari 50 pertandingan untuk kedua klub tersebut hingga akhirnya kontraknya bersama Ratchaburi berakhir pada 2026. Kini, Faiq berstatus tanpa klub dan belum menemukan tim baru. Baca Juga: Chelsea Segera Berganti Pemilik, Boehly dan Walter Jual Saham ke Clearlake