KONTAN.CO.ID - Mengingat Warren Buffett adalah salah satu investor terhebat sepanjang masa, wajar jika pasar selalu mencermati pilihan sahamnya dan menunggu pandangannya soal investasi dan pasar modal, termasuk lewat surat tahunan kepada para pemegang saham. Mengutip The Motley Fool, pada 1957, Buffett menulis dalam surat kepada mitra investasinya bahwa portofolionya terdiri dari 70% saham dan 30% corporate work-outs. Ia menjelaskan work-out sebagai investasi yang keuntungannya bergantung pada aksi korporasi tertentu, bukan pada kenaikan harga saham secara umum seperti pada saham undervalued. Contohnya termasuk penjualan aset, merger, likuidasi, dan tender offer. Sejumlah artikel lain menyebut aturan 70/30 sebagai 70% saham dan 30% obligasi. Namun, berdasarkan penjelasan Buffett, komposisi tersebut lebih tepat dipahami sebagai 70% saham dan 30% situasi khusus (special situations). Pertanyaannya, apakah investor masih perlu berpegang pada aturan ini di 2026?
Bukan Saham vs Obligasi, Ini Makna Asli Aturan 70/30 Buffett
KONTAN.CO.ID - Mengingat Warren Buffett adalah salah satu investor terhebat sepanjang masa, wajar jika pasar selalu mencermati pilihan sahamnya dan menunggu pandangannya soal investasi dan pasar modal, termasuk lewat surat tahunan kepada para pemegang saham. Mengutip The Motley Fool, pada 1957, Buffett menulis dalam surat kepada mitra investasinya bahwa portofolionya terdiri dari 70% saham dan 30% corporate work-outs. Ia menjelaskan work-out sebagai investasi yang keuntungannya bergantung pada aksi korporasi tertentu, bukan pada kenaikan harga saham secara umum seperti pada saham undervalued. Contohnya termasuk penjualan aset, merger, likuidasi, dan tender offer. Sejumlah artikel lain menyebut aturan 70/30 sebagai 70% saham dan 30% obligasi. Namun, berdasarkan penjelasan Buffett, komposisi tersebut lebih tepat dipahami sebagai 70% saham dan 30% situasi khusus (special situations). Pertanyaannya, apakah investor masih perlu berpegang pada aturan ini di 2026?