KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Rendahnya realisasi insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk pembelian rumah sepanjang 2025 dinilai mencerminkan bahwa insentif pajak bukan faktor utama yang menentukan keputusan masyarakat berpenghasilan rendah dalam membeli hunian. Head of Macroeconomics & Market Research Permata Bank, Faisal Rachman, mengatakan kelompok masyarakat berpenghasilan rendah lebih mempertimbangkan kemampuan finansial jangka panjang dibandingkan sekadar potongan pajak yang diberikan pemerintah. "Kemungkinan hal tersebut terjadi karena bagi masyarakat berpenghasilan rendah, keputusan membeli rumah lebih banyak dipengaruhi oleh kemampuan membayar cicilan, uang muka, suku bunga KPR, ketersediaan rumah, hingga persyaratan administrasi. Jadi, insentif PPN saja belum cukup untuk mendorong permintaan secara signifikan," ujar Faisal kepada Kontan.co.id, Kamis (30/7/2026).
Bukan Soal Diskon Pajak, Ini Penyebab Warga Masih Berat Beli Rumah Subsidi
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Rendahnya realisasi insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk pembelian rumah sepanjang 2025 dinilai mencerminkan bahwa insentif pajak bukan faktor utama yang menentukan keputusan masyarakat berpenghasilan rendah dalam membeli hunian. Head of Macroeconomics & Market Research Permata Bank, Faisal Rachman, mengatakan kelompok masyarakat berpenghasilan rendah lebih mempertimbangkan kemampuan finansial jangka panjang dibandingkan sekadar potongan pajak yang diberikan pemerintah. "Kemungkinan hal tersebut terjadi karena bagi masyarakat berpenghasilan rendah, keputusan membeli rumah lebih banyak dipengaruhi oleh kemampuan membayar cicilan, uang muka, suku bunga KPR, ketersediaan rumah, hingga persyaratan administrasi. Jadi, insentif PPN saja belum cukup untuk mendorong permintaan secara signifikan," ujar Faisal kepada Kontan.co.id, Kamis (30/7/2026).
TAG: