Bukannya Menurunkan, Puasa Ramadan Malah Menaikkan Berat Badan, Ini Penyebabnya



KONTAN.CO.ID - Jakarta. Puasa Ramadan menjadi salah satu cara menurunkan berat badan. Namun, terkadang bukannya menurun, sebagian orang malah mengalami penambahan berat badan saat puasa Ramadan. Kenapa berat badan naik saat puasa Ramadan?

Mengutip Pop Sugar, banyak orang menemukan manfaat dari puasa, termasuk mencegah penyakit, perbaikan pencernaan, mengurangi kembung hingga menurunkan berat badan. Namun, untuk menurunkan berat badan tidak terlalu diyakini oleh para ahli.

Berikut ada beberapa kesalahan dalam berpuasa yang justru bisa membuat berat badan naik:


1. Makan terlalu banyak selama berbuka puasa

Penyebab pertama berat badan naik saat puasa Ramadan adalah makan terlalu banyak saat berbuka. Mengutip Pop Sugar, beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa puasa dapat bermanfaat untuk menurunkan berat badan, tetapi bisa juga sebaliknya.

Whitney English Tabaie, ahli gizi terdaftar dan bersertifikat NASM mengatakan bahwa jika kita makan berlebihan selama buka puasa justru dapat membuat berat badan naik. Gejala sembelit penting dikenali untuk mendukung upaya diagnosis dini dan pengobatan sesegera mungkin gangguan pencernaan ini.

Puasa dapat menurunkan berat badan karena waktu makan dan kecenderungan jumlah asupan kalori yang dimakan berkurang. Namun jika jumlah asupan kalori sehari saat buka puasa sama besarnya atau bahkan lebih besar dari hari biasa, maka yang terjadi adalah berat badan naik.

Tabaie meyakini puasa untuk menurunkan berat badan tidak berlaku untuk semua orang, karena adanya kebiasaan melampiaskan rasa lapar saat waktu berbuka tiba. Ia menyebutnya sebagai "pesta makan berlebihan", yang efeknya kontraproduktif dengan upaya penurunan berat badan.

Baca Juga: 7 Tips Meningkatkan Imun saat Puasa Ramadan

2. Tidak cukup nutrisi saat makan sahur dan buka puasa

Penyebab kedua berat badan naik saat puasa Ramadan adalah tidak cukup nutrisi saat makan sahur dan buka puasa. Memastikan cukup makan sahur dan buka puasa adalah hal yang baik untuk puasa Ramadhan kita ideal.

Mengutip Pop Sugar, ahli diet terdaftar Leslie Langevin mengatakan bahwa jika asupan makan saat jeda puasa tidak terpenuhi dapat mendorong kita melakukan makan berlebihan di saat berbuka. Jika itu berlangsung menjadi sebuah siklus sepanjang periode puasa Ramadhan, maka dapat menyebabkan berat badan naik.

Mengutip buku "Resep Praktis; Sehat dan Fit Selama Berpuasa" (2016) oleh Yunita Indah Prasetyaningrum, SGz, MPH, makan sahur mencukupi 40 persen kebutuhan energi kita saat menjalankan puasa. Prinsipnya, saat makan sahur adalah pilih makanan yang dicerna tubuh dalam waktu lama (lambat) atau tidak cepat diubah menjadi glukosa darah, yaitu karbohidrat kompleks.

Karbohidrat kompleks, contohnya: Biji-bijian utuh Buah kaya serat Sayuran kaya serat Kacang polong Sementara, sebanyak 60 persen kebutuhan energi tubuh harus dipenuhi dari makanan saat buka puasa. Saat buka puasa kita perlu mengkonsumsi karbohidrat sederhana yang mengandung nutrisi, seperti kurma.

Karbohidrat sederhana ada baiknya untuk dikonsumsi karena tubuh butuh makanan ringan yang mudah diserap, sehingga tidak membebani dan mengejutkan sistem pencernaan setelah seharian puasa. Makanan berat disarankan dokonsumsi setelah shalat maghrib, seperti makanan mengandung karbohidrat kompleks.

3. Kekurangan protein

Penyebab ketiga berat badan naik saat puasa Ramadan adalah kekurangan protein. Saat sahur dan buka puasa penting untuk memenuhi asupan protein untuk dapat mencegah rasa lapar.

Mengutip WebMD, protein dalam tubuh penting untuk membantu proses ketosis yang berlangsung selama puasa. Ketosis terjadi ketika tubuh kehabisan karbohidrat untuk dibakar menjadi energi.

Mengutip Healthline, protein berperan memasok hati dengan asam amino yang dapat digunakan untuk glukoneogenesis atau membuat glukosa. Hati menyediakan glukosa untuk beberapa sel dan organ dalam tubuh kita yang tidak dapat menggunakan keton sebagai bahan bakar, seperti: Sel darah merah Bagian dari ginjal Bagian dari otak.

Selain itu, asupan protein harus cukup tinggi karena untuk mempertahankan massa otot ketika asupan karbohidrat rendah, terutama selama penurunan berat badan. Sehingga, sebenarnya tetap penting untuk memenuhi gizi seimbang selama puasa Ramadhan.

4. Makan terlalu banyak gula

Penyebab keempat berat badan naik saat puasa Ramadan adalah terlalu banyak gula. Mengutip Pop Sugar, makan makanan manis dan karbohidrat olahan, seperti pasta, roti, pemanis, dan makanan penutup berlebihan dapat meningkatkan kadar insulin.

Jason Fung penulis The Complete Guide to Fasting mengatakan ketika kadar insulin tinggi, itu mengisyaratkan tubuh kita untuk menyimpan lemak, yang dapat menyebabkan berat badan naik. Makan makanan terlalu banyak gula juga bisa mendorong kita makan lebih banyak secara umum, jelas Susan Peirce Thompson, profesor psikologi dalam ilmu otak dan kognitif.

Saat banyak makan gula dan meningkatkan kadar insulin, itu bisa memblokir leptin, yaitu hormon yang memberi sinyal ke tubuh bahwa kita sudah kenyang. Jika otak kita tidak mendapatkan pesan bahwa kita sudah cukup makan, itu akan memberi sinyal ke tubuh kita untuk terus makan.

Makan makanan manis juga membuat kita menginginkannya lebih. Itu karena gula membebani reseptor dopamin, menyebabkan hasrat yang kuat dan tak terpuaskan. Untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat saat puasa, disarankan para ahli untuk makan makanan sumber karbohidrat kompleks, seperti biji-bijian, kacang-kacangan, sayuran, dan buah-buahan.

Itulah sejumlah penyebab gagal menurunkan berat badan saat puasa Ramadan dan malah menyebabkan bobot naik. Jadi, kalau ingin menurunkan berat badan saat puasa, hindari empat hal di atas.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kenapa Berat Badan Kita Bisa Naik Saat Puasa?",

Penulis : Shintaloka Pradita Sicca Editor : Shintaloka Pradita Sicca

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Adi Wikanto