KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP) akan menyelesaikan proyek hotel Hyatt Centric West Surabaya sekaligus mengoptimalkan aset properti yang telah beroperasi. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan ini membangun sumber pendapatan berkelanjutan (recurring income) dalam jangka panjang. Corporate Secretary Bukit Darmo Property Brasada Chandra dalam keterbukaan informasi di BEI pada Kamis (7/8/2026) mengatakan, perusahaan tetap berkomitmen mengembangkan portofolio properti yang dimiliki, dengan menjadikan aset berjalan sebagai sumber pendapatan utama sekaligus menyiapkan proyek hospitality sebagai penggerak pertumbuhan berikutnya. Hingga 31 Maret 2026, kontribusi pendapatan terbesar Bukit Darmo Property masih berasal dari sektor pusat perbelanjaan dan area komersial. FairwayNine Mall menjadi penyumbang utama dengan kontribusi sekitar 92% dari total pendapatan perusahaan. Pusat komersial tersebut memiliki tingkat keterisian (occupancy rate) sebesar 58% dan digunakan untuk berbagai aktivitas usaha, mulai dari ritel, makanan dan minuman (F&B), area permainan, sekolah, hingga fasilitas ibadah.
Bukit Darmo Property (BKDP) Kebut Hotel Hyatt Centric, Target Operasi 2028
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP) akan menyelesaikan proyek hotel Hyatt Centric West Surabaya sekaligus mengoptimalkan aset properti yang telah beroperasi. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan ini membangun sumber pendapatan berkelanjutan (recurring income) dalam jangka panjang. Corporate Secretary Bukit Darmo Property Brasada Chandra dalam keterbukaan informasi di BEI pada Kamis (7/8/2026) mengatakan, perusahaan tetap berkomitmen mengembangkan portofolio properti yang dimiliki, dengan menjadikan aset berjalan sebagai sumber pendapatan utama sekaligus menyiapkan proyek hospitality sebagai penggerak pertumbuhan berikutnya. Hingga 31 Maret 2026, kontribusi pendapatan terbesar Bukit Darmo Property masih berasal dari sektor pusat perbelanjaan dan area komersial. FairwayNine Mall menjadi penyumbang utama dengan kontribusi sekitar 92% dari total pendapatan perusahaan. Pusat komersial tersebut memiliki tingkat keterisian (occupancy rate) sebesar 58% dan digunakan untuk berbagai aktivitas usaha, mulai dari ritel, makanan dan minuman (F&B), area permainan, sekolah, hingga fasilitas ibadah.
TAG: