KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bukit Podomoro Jakarta menghadirkan Harrington, tipe hunian premium terbaru yang menyasar kebutuhan keluarga modern akan ruang lebih luas, privasi lebih tinggi, serta kualitas hidup premium di Jakarta Timur. Peluncuran Harrington menjadi bagian dari komitmen Bukit Podomoro Jakarta dalam mengembangkan kawasan hunian premium yang memiliki prospek jangka panjang. Pengembangan kawasan ini juga melibatkan Hankyu Hanshin Properties Corp., perusahaan properti multinasional asal Jepang, sebagai mitra strategis. Head of Marketing and Sales PT Agung Podomoro Land Tbk, Inge Kosasih mengatakan, kepercayaan yang kembali diberikan Hankyu Hanshin mencerminkan keyakinan terhadap kualitas pengembangan Bukit Podomoro Jakarta sekaligus memperkuat optimisme terhadap prospek kawasan sebagai hunian premium di Jakarta Timur.
"Dalam memilih hunian premium, masyarakat kini tidak hanya mempertimbangkan desain, fasilitas, maupun lokasi, tetapi juga kredibilitas pengembang serta prospek pengembangan kawasan. Melalui Harrington, kami ingin menghadirkan hunian yang tidak hanya nyaman untuk ditinggali, tetapi juga memberikan keyakinan kepada konsumen bahwa mereka memiliki aset yang dikembangkan dengan kualitas dan visi jangka panjang," ujar Inge dalam keterangan resmi, Kamis (24/9/2026). Harrington dirancang sebagai rumah paling eksklusif di kawasan tersebut dan ditawarkan dalam jumlah terbatas, yakni hanya 18 unit. Setiap unit memiliki luas tanah 10 x 15 meter persegi dengan luas bangunan 264 meter persegi yang terbagi dalam tiga lantai.
Baca Juga: Agung Podomoro (APLN) Gandeng Hankyu Hanshin Kembangkan Bukit Podomoro Jakarta Hunian tersebut memiliki lima kamar tidur, lima kamar mandi, dua ruang keluarga, private lift, serta dua taman pribadi. Setiap unit juga dilengkapi carport untuk tiga kendaraan dan smart home system. Dari sisi keamanan, Harrington dilengkapi integrated security system, tombol SOS di ruang keluarga dan kamar tidur utama, CCTV, digital door lock, serta sistem keamanan kawasan selama 24 jam. Harrington juga berada di area khusus atau private enclave yang dilengkapi gerbang ikonik, jalan berpaving khusus, serta lingkungan yang lebih privat dan tenang. Konsep tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman tinggal yang lebih eksklusif bagi penghuni. Menurut Inge, kehadiran Harrington sejalan dengan perkembangan Jakarta Timur sebagai kawasan hunian sekaligus pilihan investasi properti jangka panjang. Perkembangan tersebut didukung pembangunan infrastruktur, pengembangan tata kota, serta pertumbuhan kawasan. Data internal Bukit Podomoro Jakarta menunjukkan mayoritas konsumen berasal dari Jakarta Timur dan sekitarnya. Inge mengatakan kondisi tersebut mencerminkan kebutuhan terhadap hunian yang tidak hanya strategis, tetapi juga merepresentasikan gaya hidup dan pencapaian pemiliknya.
Baca Juga: Strategi Optimalisasi Aset Agung Podomoro (APLN) Efektif Jaga Ketahanan Bisnis "Kami melihat semakin banyak keluarga sukses di Jakarta Timur yang menginginkan hunian yang nyaman sekaligus mencerminkan pencapaian hidup mereka. Harrington kami hadirkan untuk menjawab kebutuhan tersebut melalui ruang yang lebih luas, privasi yang lebih tinggi, serta kualitas hidup dan komunitas yang lebih premium," ujar Inge. Harrington juga dikembangkan berdasarkan tingginya minat terhadap hunian berukuran besar di Bukit Podomoro Jakarta. Sebelumnya, tipe hunian terbesar di kawasan tersebut telah terjual habis 100%.
Selain hunian, Bukit Podomoro Jakarta didukung clubhouse seluas 2.200 meter persegi, fasilitas gaya hidup, kawasan komersial terintegrasi, serta komunitas penghuni yang terus berkembang. "Kami percaya Bukit Podomoro Jakarta akan terus berkembang menjadi kebanggaan baru Jakarta Timur. Kehadiran Harrington merupakan bagian dari komitmen kami menghadirkan hunian yang tidak hanya unggul dari sisi desain dan kenyamanan, tetapi juga didukung oleh kualitas pengembangan, lingkungan yang terus bertumbuh, serta nilai jangka panjang bagi pemiliknya," tutup Inge.
Baca Juga: Pendapatan Usaha Agung Podomoro Land (APLN) Semester I-2026 Melesat 117% Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News