Bulan Agustus, Inflasi Vietnam Bisa Capai 30%



HANOI. Tingkat inflasi di ibukota Vietnam, Hanoi, bulan ini diperkirakan meroket tajam melebihi bulan lalu. Menurut Departemen Statistik Masyarakat Vietnam, hal itu disebabkan adanya kenaikan harga bahan bakar pada akhir Juli lalu.

Meski pemerintah belum merilis data inflasi yang lengkap, namun para analis sudah membuat beberapa prediksi. Mereka bilang, adanya kenaikan harga bahan bakar sebesar 36% akan menyebabkan tingkat inflasi Vietnam bisa mencapai 30% pada bulan ini. Jika itu benar terjadi, maka, inflasi di negeri itu merupakan yang tertinggi di kawasan Asia.

Sementara, menurut data dari Departemen Statistik Hanoi, tingkat inflasi di Kota Hanoi yang berpenduduk 6,3 juta itu diperkirakan meningkat menjadi 1,9%. Angka tersebut bergerak lebih cepat dibanding dengan inflasi bulan Juli lalu yang hanya mencapai 1,7%. Meski demikian, harga pangan pada Agustus ini diperkirakan menurun sebesar 0,3% dibanding dengan Juli lalu di Hanoi. Penurunan ini disebabkan musim panen yang membuat stok pangan di negara itu mencukupi.


Tingkat inflasi di Hanoi bisa dijadikan patokan untuk melihat tingkat inflasi Vietnam secara keseluruhan. Kabarnya, Badan Statistik Pemerintah Vietnam akan merilis data inflasi minggu depan.

Catatan saja, minggu lalu, Vietnam menurunkan harga bensin sebesar 5,3%. Namun, dampaknya belum bisa terlihat pada data inflasi bulan Agustus ini.

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie